Jumat, 22 November 2019

Status Karhutla di Jambi Ditingkatkan Menjadi Tanggap Darurat


Minggu, 13 September 2015 | 22:34:03 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi meningkatkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi, dari status siaga bencana menjadi tanggap darurat.

“Tanggal 7 September 2015 kemarin status siaga bencana sebetulnya sudah naik menjadi tanggap darurat. Sekarang untuk satgas diambil alih langsung oleh TNI yang dikomandoi Komandan Korem 042/Gapu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arif Munandar, Minggu (13/9).

Dikatakan Arif, dampak dari karhutlah saat ini dirasakan sudah meluas dan mempengaruhi banyak sendi kehidupan masyarakat Jambi. Kondisi udara di Jambi juga terus memburuk dalam beberapa hari terakhir, dimana rilis dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi menyebutkan Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) di Jambi mencapai angka 409 pada Sabtu (12/9) kemarin.

Arif juga mengatakan jika kondisi kabut asap sudah membuat aktivitas Bandara Sulthan Thaha Jambi tidak berfungsi dengan baik. “Sudah satu minggu ini tidak ada aktivitas pesawat komersil mendarat maupun yang terbang dari bandara kita. Kerugiannya tentu cukup besar," ujarnya.

Untuk menormalisasi aktivitas di Bandara Sulthan Thaha Jambi, satgas penanggulangan karhutla telah bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) untuk memasang Ground Mist Generator di tiga titik bandara. Namun sejauh ini tetap tidak mampu membendung pekatnya kabut asap.

Terkait status bencana nasional, Arif mengatakan sepenuhnya menjadi kewenangan presiden, apakah bencana karhutla ini masuk kategori tanggap darurat nasional atau tidak. “Untuk status nasional, satgas bencana karlahut diketuai menteri kehutanan. Sampai sekarang belum ada yang mengatakan tanggap darurat nasional, sesuai intruksi presiden. Presiden yang menetapkan," tuntasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments