Jumat, 13 Desember 2019

Walikota Desak Bandara Sultan Thaha Segera Dipasangi ILS


Senin, 14 September 2015 | 10:40:42 WIB


Walikota Jambi, Sy Fasha
Walikota Jambi, Sy Fasha / Amril Hidayat

JAMBI - Walikota Jambi, Sy Fasha, mendesak agar Bandara Sultan Thaha Jambi segera dipasangi Instrument Landing System (ILS). Menurut Fasha, keberadaan ILS sangat penting untuk membantu aktivitas penerbangan, apalagi dengan kondisi kabut asap seperti saat sekarang ini.

Bahkan ketiadaan ILS ikut mempengaruhi keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Jambi. Beberapa kloter diantaranya bahkan harus diberangkatkan lewat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, karena Bandara Jambi tidak bisa didarati pesawat.

"Kalau pihak Angkasa Pura II tidak bisa, kami akan koordinasi dengan provinsi. Kami akan patungan. Saya turut merasakan, Bandara Jambi ini dari mulai saya belum jadi walikota sampai jadi walikota belum beres juga pembangunannya," kata Fasha.

Tidak hanya Walikota Jambi, pemasangan ILS di Bandara Sultan Thaha Jambi juga diharapkan oleh sejumlah maskapai penerbangan. Salah satunya adalah Garuda Indonesia.

Station Manager and Service Branch Office Jambi, Permadi, mengatakan jika ILS ibarat sebuah alat tolak bala kepulan asap tebal. Permadi memastikan, bila runway bandara Jambi dilengkapi ILS, atau alat bantu pendaratan (Instrument Approach System) para pilot serta penumpang akan happy ending mendarat di Jambi.

Garuda merupakan salah satu maskapai yang sangat dirugikan dengan adanya kabut asap yang terjadi setiap tahunnya. Karena pesawat dengan Full Service Airlines ini sangat mementingkan keselamatan para penumpangnya.

Permadi menambahkan, bahwa sepertinya alat bantu pendaratan ini belum dapat terpasang pada tahun ini. Menurut dia, alat ini baru terpasang setelah terminal baru bandara Sultan Thaha selesai pembangunannya.

"Dan saya dengar kabar, perpanjangannya baru akan dilakukan pada 2017 nanti. Berarti kita masih akan melawan kabut asap selama dua tahun," ujarnya.

Sebelumnya, pihak AirNav Indonesia Distrik Jambi mengungkapkan, bahwa pemasangan alat ILS ini menunggu pembangunan perpanjangan runway bandara selesai. Hal itu dikarenakan harga pemasangan alat tersebut yang sangat mahal, mencapai 70 persen dari harga alat tersebut.Harga alat tersebut sendiri diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.

“Dan jika kita pasang sekarang, nanti ketika landasannya diperpanjang, kita harus memindahkan lagi alat ini, jadi lebih baik kita sinkronisasikan dengan landasan baru nanti,” kata District Manager AirNav Indonesia Kantor Distrik Jambi, Dwi Putra Jaya.



Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments