Senin, 15 Agustus 2022

Dituntut 3 Tahun Penjara, Pembakar Mapolsek Limun Minta Keringanan Hukuman

Rabu, 09 September 2015 | 23:54:02 WIB


Kantor Mapolsek Limun yang dibakar.
Kantor Mapolsek Limun yang dibakar. / dok/metrojambi.com

SAROLANGUN – Sapta bin Tamrin (23), salah seorang terdakwa kasus pembakaran Mapolsek dan rumah dinas Kapolsek Limun dituntut hukuman 3 tahun penjara, dikurangi masa penahanan. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun, Rabu (9/9).

Oleh JPU, terdakwa Sapta dintatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana sebagai mana dakwaan pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, dan pasal 363 ayat (1) ke-2 KUHP. Berdasarkan keterangan saksi, kata JPU, terdakwa Sapta ikut melakukan pelemparan dan memecahkan kaca Mapolsek Limun.

Masih dari keterangan saksi, Sapta juga terlihat mendorong satu unit motor Yamaha Vixion keluar dari Mapolsek Limun dan menaikkannya ke atas mobil Colt Diesel bak warna biru saat terjadinya aksi pembakaran Mapolsek Limun. Motor Vixion warna putih tersebut diduga milik almarhum Edwar, warga Pulau Aro, Kecamatan Limun, yang tewas saat penggerebekan kasus narkoba, beberapa waktu lalu.

“Saya sangat menyesal atas perbuatan saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum,” kata Sapta menanggapi tuntutan JPU.

Selain itu, ia juga meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini meringankan hukuman terhadap dirinya. Sidang putusan sendiri akan digelar 22 September nanti.




Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments