Selasa, 12 November 2019

Danrem Kesal, Air Tractor untuk Penanganan Karhutla Hanya Nganggur di Bandara


Senin, 14 September 2015 | 22:32:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Dua unit helikopter, yakni Superpuma dan MI 17, sejak beberapa waktu lalu sudah melakukan operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Provinsi Jambi, termasuk di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan.

Selain kedua helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut, juga ada satu helikopter lainnya, yakni air tractor bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan. Tugasnya juga untuk melakukan operasi water bombing.

Namun, setelah beberapa waktu di Jambi, air tractor baru sekali terbang melakukan water bombing. Selebihnya, air tractor hanya parkir di Bandara Sulthan Thaha Jambi, tak difungsikan.

Kondisi ini membuat Danrem 042 Garuda Putih, Kolonel Inf. Makmur, yang juga komandan satgas penanganan karhutla Jambi kesal. Bahkan Makmur mempertanyakan sikap dari pilot air tractor tersebut, karena baru mau terbang ketiga jarak pandang mencapai 2000 meter.

“Dia (pilot air tractor, red) sangat perhitungan jarak pandang. Pesawat hercules saja mendarat di Jambi ketika jarak pandang hanya 400 meter. Ini pesawat untuk bantuan kok tidak bisa aksi," ujar Makmur dalam rapat penanggulangan karhutla di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Senin (14/9).

“Kita butuh (air tractor, red) untuk keadaan darurat seperti saat sekarang ini. Kalau jarak pandang sudah jauh, buat apa lagi,” sambung Makmur.

Lebih lanjut Makmur mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan agar air tractor dipindahkan ke Palembang, agar bisa terbang untuk memadamkan api di perbatasan Jambi-Sumsel. “Kalau di sini (Jambi, red) tidak difungsikan, buat apa. Masak sudah didatangkan, malah nganggur di bandara," pungkasnya.



Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments