Kamis, 21 November 2019

Baru Tiga Hari di Jambi Sudah Ditangkap Polisi


Selasa, 15 September 2015 | 11:54:40 WIB


Dua pelaku penipuan beserta barang bukti yang diamankan Polsek Jelutung
Dua pelaku penipuan beserta barang bukti yang diamankan Polsek Jelutung / Ardiansyah

JAMBI - Samsul (44) dan Edy Sunaryo (25), dua pelaku penipuan dengan modus menawarkan jimat pelaris, berhasil diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Jelutung.

Dalam aksinya, kedua pelaku kepada korbannya mengaku mempunyai barang peninggalan dari Istanbul yang dipercaya bisa sebagai pelaris dan memberikan keuntungan bagi pemiliknya.

Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Edison, mengatakan pelaku Samsul berperan sebagai orang yang sedang kesulitan, kemudian menawarkan barang mistis miliknya.

"Korban kemudian dibuat terlena akan tipu daya pelaku, sehingga korban mau membeli barang tersebut," ujar Edison, Selasa (15/9).

Untuk meyakinkan korbannya lanjut Edison, datanglah pelaku Edy Sunaryo yang berperan sebagai orang kaya dan ingin membeli barang peninggalan tersebut dengan harga yang sangat tinggi.

"Kedua pelaku berpura-pura tidak saling kenal. Pelaku Edy ini ingin membeli barang tersebut, namun pelaku Samsul tidak memperbolehkannya dengan alasan barang tersebut sudah menjadi jodoh dia (korban, red)," jelasnya.

Merasa percaya kemudian korban Nani Sulistowati, membayarkan barang tersebut dengan uang sebesar Rp 5 juta, ditambah cincin emas setengah suku senilai Rp 1,5 juta, serta satu unit handphone.

"Beruntung ketika mereka bertransaksi, ada salah seorang korban lainnya yakni Sri Wahyuni yang mengenali pelaku. Saat itu TKP nya di Rumah Sakit Baiturrahim. Oleh Sri, para pelaku dilaporkan kepada satpam dan kemudian diamankan," pungkasnya.

Sementara itu Samsul salah seorang pelaku mengatakan bahwa dia dan rekannya sengaja datang dari Palembang untuk melakukan aksinya di Kota Jambi.

"Baru tiga hari di Jambi, sudah dua kali menawarkan tapi yang mau beli cuma satu orang dan langsung ditangkap polisi," terang pelaku.

"Nipu untuk kebutuhan hidup, di Palembang dak ngelakuin kayak gini karena malu di kampung sendiri," tutupnya.



Penulis: Ardiansyah
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments