Senin, 16 September 2019

Belasan Ribu Hektar Sawah di Merangin Gagal Tanam


Senin, 02 November 2015 | 11:29:00 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

BANGKO - Belasan ribu hektar sawah di Kabupaten Merangin tidak bisa ditanami karena mengalami kekeringan. Akibatnya, program padi jagung dan kedelai (Pajale) di Merangin tidak terealisasi maksimal.

"Program Pajale macet sejak Juli lalu, disebabkan kemarau. Sawah mengering, begitu juga dengan kedelai dan jagung, tidak berhasil karena tidak ada air," kata Rumusdar, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Merangin.

Disebut Rumusdar, Pajale cuma bisa terealisasi sekitar 50 persen dan faktor alam yakni kekeringan merupakan penyebab utama tidak maksimalnya program unggulan tersebut.

"Secara teknis kita tidak ada kendala, kita sudah siap tanam. Kendalanya tidak ada air," tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Tanaman Pangan, Pargito. Disebutkannya, dari target 23.589 hektar, cuma terealisasi 11.301 hektar. Itupun, kata Paargito, dari 11.301 hektar sawah yang bisa ditanami, 1.818 hektar sawah yang ditanami padi mengalami kerusakan akibat kemarau.

"Rinciannya 810 hektar rusak ringan, 886 hektar rusak berat, dan 122 hektar puso. Jadi hasil panen padi juga tidak maksimal," ungkapnya.

Sementara untuk jangung, dari target 1.166 hektar realisasinya melebihi target, yakni 1,324 hektar. Namun dari 1,324 hektar tersebut, 295 hektar mengalami kerusakan.

"Hasil tanaman jagung juga tidak maksimal. 295 hektar mengalami kerusakan, 87 hektar rusak sedang, 169 hektar rusak berat, dan 39 hektar puso," jelasnya.

"Kedelai juga tidak maksimal, dari target 500 hektar dapat terealisasi 420 hektar. 40 hektar rusak sedang, 20 hektar rusak berat dan 20 hektar puso," tambah Pargito.

Disebut Pargito, juga November ini tidak juga turun hujan, dapat dipastikan program Pajale di Merangin untuk tahun 2015 tidak maksimal.

"Namun itu akan kita lanjutkan 2016 nanti. Yang jelas begitu hujan, kita akan langsung melakukan penanaman," pungkasnya.


Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments