Rabu, 23 Juni 2021

Proyek Jalan Jalur Dua Dusun Bangko Dihentikan Paksa oleh Warga

Selasa, 15 September 2015 | 20:48:54 WIB


Warga saat menghentikan pekerjaan jalan di Dusun Bangko, Kabupaten Merangin.
Warga saat menghentikan pekerjaan jalan di Dusun Bangko, Kabupaten Merangin. / Istimewa

BANGKO – Proyek pengerjaan jalan jalur dua di Dusun Bangko, Kabupaten Merangin, Selasa (15/9), dihentikan secara paksa oleh warga. Aksi tersebut dilakukan karena warga kesal terhadap PT RAL selaku rekanan, yang diduga telah menghina warga Dusun Bangko.

Selain itu, PT RAL juga dituding telah melakukan pengrusakan dan juga pencurian aset daerah. Warga mempertanyakan persoalan pengrusakan taman kota yang berlokasi di depan kantor lurah dan depan Islamic Center, yang dinilai warga merupakan aset daerah.

Pantuan di lapangan, puluhan warga yang tergabung dalam Front Dusun Bangko (FDB) mengelar aksi unjuk rasa di lokasi proyek. Aksi tersebut sontak membuat sejumlah pekerja terkejut dan menghentikan pekerjaan.

“PT RAL harus minta maaf karena telah menghina Dusun Bangko," ujar Abu Hakim, selaku koordinator aksi.

Dikatakan Hakim, warga sangat setuju dengan adanya pelebaran dan pembangunan jalan di wilayah Dusun Bangko. Namun Hakim mengatakan, warga terusik dengan adanya komentar Rudi dari PT RAL, yang mengancam akan memenjarakan warga jika mengganggu pelaksanaan proyek.

“Sebelumnya kita tidak pernah mengusik mereka (PT RAL, red). Tapi kenapa mereka mengatakan akan mempenjarakan warga Dusun Bangko. Kita tidak pernah ingin menganggu mereka. Ini sebuah penghinaan," tegas Hakim.

Dalam aksinya, warga juga melakukan penyegelan terhadap mess karyawan PT RAL. Penyegelan dilakukan dengan menggunakan balok dan karton yang bertuliskan "Pekerjaan PT RAL kami hentikan sebelum ada permintaan maaf dan jaminan perbaikan taman kota".
 
Sementara itu Rudi, dari PT RAL saat menemui warga mengatakan, ia siap meminta maaf jika ada pernyataannya yang melukai hati warga. “Saya minta maaf. Kalau memang harus didenda adapt, bagaimana dendanya kita mengikuti," ujar Rudi.

Terkait tudingan warga soal pengrusakan aset daerah, Rudi mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU dan DPPK Kabupaten Merangin. “Terkait dengan pengrusakan taman kota, ini sebenarnya hanya salah komunikasi saja. Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait, dan kita siap untuk memperbaiki jika itu diperlukan," pungkasnya.


Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments