Selasa, 24 November 2020

Ini Instruksi Walikota Jambi Terkait Kabut Asap dan Kemarau


Jumat, 18 September 2015 | 11:12:47 WIB


Walikota Jambi, Sy Fasha saat bertemu para kepala sekolah dalam rangka menyikapi masalah kabut asap
Walikota Jambi, Sy Fasha saat bertemu para kepala sekolah dalam rangka menyikapi masalah kabut asap / Amril Hidayat

JAMBI - Walikota Jambi, Sy Fasha, melalui Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Jambi, kembali mengeluarkan instruksi resmi terkait bencana kabut asap dan kemarau panjang yang saat ini terjadi di Kota Jambi. Instruksi ini ditujukan kepada setiap instansi di lingkungan Pemkot Jambi, pihak swasta, dan masyarakat Kota Jambi.

Beberapa intruksi tersebut seperti meminta kepada masyarakat mendatangi Puskesmas atau layanan kesehatan lain jika ada hubungan dengan ISPA, atau penyakit lain yang terkait dengan buruknya kualitas udara. Kemudian, Walikota juga mengimbau untuk melakukan penghematan penggunaan air, sehubungan dengan berkurangnya debit air Sungai Batanghari.

Selain itu, Walikota mengimbau untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar atau menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan terjadinya bencana kebakaran.

“Yang paling penting, Walikota mengimbau masyarakat memakai masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan, khususnya kepada lansia, anak-anak, ibu hamil, dan orang-orang yang rentan terkena ISPA,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Jambi, Abu Bakar.

Selain itu, Walikota Jambi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan instansi pemerintah dan swasta,  termasuk para pelaku usaha, untuk dapat membantu Pemerintah Kota Jambi dalam penanganan kemarau dan bencana asap, saat ini.

“Salah satunya dengan memberikan bantuan masker kepada masyarakat kita. Kemudian pihak swasta diimbau untuk turut berperan aktif membantu penyedian masker atau membagikan langsung masker kepada masyarakat,” tuturnya.

Dikatakannya lagi, saat ini stok masker yang tersedia di Pemkot Jambi sebanyak 400 ribu masker. Adapun yang sudah terdistribusi kurang lebih sebanyak 300 ribu.

“Itu didistribusikan ke tempat-tempat umum, mulai dari ke masyarakat secara langsung. Kemudian sekolah-sekolah dan Puskesmas. Sekarang swasta bantu lagi ada 200 ribu stok kita,” pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments