Senin, 24 Januari 2022

Mobil Ditarik Paksa, Ary Lapor LPKNI

Senin, 21 September 2015 | 23:44:14 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Kejadian tidak mengenakkan diamali oleh Ary Bhudi Arta (42), warga RT 007 Kelurahan Budiman, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Pertengahan September 2015 lalu, mobil Mazda Light Truk BH 9443 AR miliknya ditarik. Tidak terima dengan kejadian ini, Ary pun mengadu ke Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Provinsi Jambi, dan minta pendampingan.

Ketua LPKNI Provinsi Jambi, Kurniadi Hidayat, mengatakan permasalahan ini bermula Januari 2013 lalu saat kliennya mengajukan permohonan mobil melalui PT ITC Auto Multi Finance untuk keperluan usaha, dan disetujui. Setelah mobil diperoleh, lanjut Kurniadi, kliennya rutin membayar angsuran, hingga 27 bulan.

Selanjutnya, kata Kurniadi, kliennya mengalami kesulitan keuangan, sehingga pembayaran angsuran tidak lagi lancar. Namun setelah dinyatakan jatuh tempo, pihak PT ITC Auto Multi Finance tidak pernah memberikan teguran atau surat peringatan.

“Kemudian pada pertengahan September lalu, sopir klien saya bersama temannya membawa mobil tersebut menuju lampung. Namun di tengah jalan, tepatnya di wilayah Pelabuhan Panjang, tiba-tiba merapatmobil  CRV berwarna abu-abu silver yang di dalamnya ada empat orang, Xenia yang didalamnya ada lima orang, dan Avanza yang didalamnya ada satu orang yang mengatasnamakan karyawan PT ITC Auto Multi Finance,” beber Kurniadi.

Saat itu, sambung Kurniadi, mobil kliennya diberhentikan secata paksa, kemudian terjadi dialog di pinggir jalan. Salah seorang diantara kemudian menunjukkan surat tugas untuk menarik mobil tersebut. Akhirnya, kata Kurniadi, mobil tetap dibawa dan sopir kliennya diantar ke Pangeran Hotel Gajah Mada yang berlokasi di depan Bandara Lampung.

“Konsumen lantas mengadu ke kita (LPKNI, red), dan kita akan berikan pendampingan,” sebut Kurniadi.

Lebih lanjut Kurniadi mengatakan, pihaknya juga mempertanyakan mengenai keharuskan kliennya untuk membayar denda, membayar uang penarikan, dan harus melunasi semua tunggakan yang belum di bayar yaitu sebesar Rp 223.111.100. “Permasalahan ini akan kita tindaklanjuti, sesuai dengan kuasa yang diberikan klien,” pungkasnya.




Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments