Rabu, 3 Maret 2021

Tanjabtim dan Tebo Kembali Diselimuti Asap Tebal


Kamis, 24 September 2015 | 23:47:20 WIB


PALING PARAH: Kabut asap disertai debu sisa pembakaran lahan kembali menyelimuti Kota Jambi, kemarin. Kondisi ini termasuk yang terparah selama kabut asap melanda Kota Jambi, beberapa bulan terakhir.
PALING PARAH: Kabut asap disertai debu sisa pembakaran lahan kembali menyelimuti Kota Jambi, kemarin. Kondisi ini termasuk yang terparah selama kabut asap melanda Kota Jambi, beberapa bulan terakhir. / Anton

MUARA SABAK – Kabut asap tebal hari ini, Kamis (24/9), kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Padahal beberapa hari lalu, kabut asap sempat berkurang setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Tanjabtim.

“Kabut asap hari ini lebih parah dari beberapa hari kemarin. Jika biasanya kabut tebal hanya terjadi pagi hari, hari ini kabut tebal terjadi dari pagi hingga sore,” kata salah seorang warga bernama Suwandi.

Tebaknya kabut asap juga membuat aktivitas pelayaran di wilayah perairan Tanjabtim lumpuh. Ini dikarenakan terbatasnya jarak pandang.

“Jarak pandang hanya sekitar 50 meter. Kali ini aktivitas (pelayaran, red) lumpuh total," ujar warga bernama Acok.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim, Djakfar, mengatakan kabut asap yang saat ini menyelimuti wilayah Tanjabtim merupakan kiriman dari kabupaten tetangga. Disebutkan Djakfar, dalam minggu ini tidak ada terpantau titik panas atau hot spot di Tanjabtim.

“(Asap, red) ini dari wilayah kabupaten tetangga, salah satunya Kabupaten Muara Jambi," sebut Djakfar.

Tidak hanya di Tanjabtim, kabut asap tebal hari ini juga menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo. Kondisi ini banyak dikeluhkan warga, yang mengaku sesak nafas karena kabut asap tersebut.

“Mata terasa perih, nafas juga terasa sesak. Kabut asap lebih pekat dari kemarin," keluh Bujang, warga Kecamatan Tebo Tengah.

Keluhan yang sama juga disampaikan Anto, warga Tebo Tengah lainnya. “Beberapa hari terakhir sempat berkurang, namun hari ini kembali tebal,” pungkasnya.




Penulis: Nanang Suratno / Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments