Minggu, 29 Maret 2020

Ekspor Provinsi Jambi Naik 18,60 Persen


Jumat, 02 Oktober 2015 | 11:13:50 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Nilai ekspor Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2015 lalu mengalami kenaikan 18,60 persen dibandingkan bulan Juli 2015, yaitu dari 193,13 juta dollar menjadi 229,05 juta dollar. Penyebab utama kenaikan ekspor tersebut yakni adanya penambahan transaksi migas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Yos Rusdiansyah, mengatakan sampai bulan Agustus lalu ekspor Jambi mencapai 1.885 juta dollar. Namun masih lebih rendah bila dibandingkan tahun 2014, dimana ekspor Januari-Agustus 2014 mencapai 2.753 juta dollar.

"Penurunan yang terjadi sebesar 31,55 persen," kata Yos.

Kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok pertambangan sebesar 67,22 persen, diikuti kelompok Industri 29,31 persen, dan kelompok pertanian 3,47 persen. Bila dirinci menurut komoditi, kelompok pertambangan didominasi oleh Migas, kontribusinya mencapai 65,08 persen, penyumbang kontribusi terbesar dari kelompok industri yaitu karet dan olahan yang mencapai 13,87 persen.

"Sedangkan dari kelompok pertanian, komoditi pinang memiliki sumbangsih 3,32 persen," ujarnya.

Sedangkan nilai ekspor Provinsi Jambi menurut negara tujuan utama pada Agustus lalu juga mengalami kenaikan. Pergerakan pertambahan ekspor dapat diamati ke beberapa negara seperti Thailand, Korea Selatan, Jepang ,dan Inggris. Sedangkan ekspor Jambi ke negara yang mengalami penurunan seperti Jerman, Malaysia, India, dan Cina.

"Kenaikan ekspor tertinggi adalah ke Thailand, dan penurunan ekspor terbesar adalah ekspor ke Jerman," ungkap Yos.

Lebih lanjut Yos mengatakan, nilai impor Provonsi Jambi hingga Agustus ini mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Impor tersebut melewati tiga pelabuhan utama di Jambi, yakni Pelabuhan Takang Duku, Muara Sabak, dan Kuala Tungkal.

Komoditinya adalah impor mesin dan alat angkutan kontribusinya 47,68 persen dari total impor. Diikuti peran dari impor hasil industri lain 31,44 persen.

Sementara itu, perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Provinsi Jambi, pada bulan September ini Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 1,26 persen, dan Kabupaten Bungo deflasi sebesar 0,21 persen. Laju inflasi tahun kalender kota Jambi sebesar minus 0,08 persen dan laju inflasi kalender Bungo sebesar 0,12 persen.

"Deflasi Kota jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 2 kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 4,44 persen, serta kelompok tranaport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,77 persen," jelas Yos.

"Kalau deflasi Bungo karena penurunan indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,77 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen, kelompok transfor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen," sambungnya

Selanjutnya perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi September 2015 sebesar 94,83 atau naik 0,29 persen, dan nilai tukar usaha rumah tangga pertanian sebesar 99,61 persen. NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

"Bulan september 2015 tingkat inflasi perdesaan sebesar 0,34 persen. Inflasi terjadi pada enam kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok makanan jadi, kelompok perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok transportasi dan komunikasi," katanya.

"Sedangkan pada kelompok bahan makanan terjadi deflasi," tandasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments