Senin, 24 Februari 2020

Akibat Asap, SAD Pilih Tinggalkan Hutan


Senin, 12 Oktober 2015 | 11:38:45 WIB


ilustrasi suku anak dalam
ilustrasi suku anak dalam / Istimewa

JAMBI – Warga Suku Anak Dalam (SAD) di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi kini mulai resah dengan kabut asap dari pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, sejumlah warga SAD saat ini memilih keluar dari dalam hutan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Jambi, Musri Nauli, mengatakan saat ini banyak warga SAD yang keluar dari hutan karena sudah merasa terganggu oleh asap. Selain itu, perambahan hutan juga menyebabkan warga SAD kesulitan mencari makanan dan pasokan air.

Bahkan sudah ada robongan SAD yang diduga dari Bukit 12 Sarolangun-Bangko, sudah berjalan menuju arah Sumetera Selatan. Saat ini, kata Nauli, belum teridentifikasi rombongan siapa yang ke Sumsel tersebut.

"jumlahnya kita belum tahu. Biasanya dalam rombangan tersebut, ada beberapa KK (Kepala Keluarga)," kata Nauli.

Selain dari Bukit 12, banyak juga orang rimba yang berada di Bukit 30 Kabupaten Tebo, sudah keluar dari hutan. "Di Tebo sudah banyak yang keluar dari hutan akibat Asap ini. Mereka turun dari Bukit 30," ungkap Nauli.

Sementara itu Danrem 042/Gapu, Kolonel Inf. Makmur, selaku Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Provinsi Jambi, mengatakan sejumlah SAD yang keluar dari hutan itu bukan karena asap. Mereka hanya melakukan budaya orang rimba, yang dinamakan melangun.

"Kata mereka lagi melangun, karena kakeknya meninggal, jadi bukan karena Asap," kata Makmur.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments