Jumat, 15 November 2019

Ini Kata Temenggung Jelitai Soal Pilkada Serentak 9 Desember


Selasa, 13 Oktober 2015 | 10:49:32 WIB


Sosialiasi dengan kelompok marginal, Suku Anak Dalam, oleh KPU dalam rangka pilkada serentak tahun 2015
Sosialiasi dengan kelompok marginal, Suku Anak Dalam, oleh KPU dalam rangka pilkada serentak tahun 2015 / Khusnizar

JAMBI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi terus mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember nanti. Salah satunya dengan mengunjungi pemilih marginal seperti Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari.

Meski warga SAD tinggal di daerah pinggiran dan relatif sulit dijangkau karena kebiasaan berpindah-pindah (melangun, red), namun SAD tetaplah warga negara yang punya hak pilih dan harus diakomodir dalam Pilgub Jambi dan Pilbup Batanghari.

Menerobos lokasi SAD di Balai Adat SAD Maro Sebo Ulu, Padang Kelapo, Kabupaten Batanghari tidaklah mudah. Dari Ibu Kota Kabupaten Batanghari memasuki Desa Pondok Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam.

Sebelumnya, rombongan harus menyeberangi sungai untuk menjangkau lokasi warga SAD. Tidak hanya itu, setelah menyeberang sekira sepuluh menit, rombongan yang terdiri dari jurnalis, KPU Batanghari, dan KPU Provinsi Jambi juga harus melewati jalanan berbukit yang ditempuh dengan mobil.

Tidak mudah medan yang ditempuh, belokan tajam, penurunan curam, dan pendakian terjal seolah menjadi pemandangan dalam perjalanan ini. Hampir 45 menit melewati medan terjal, rombongan akhirnya tiba di lokasi tempat dimana warga SAD bermukim.

Setibanya di balai adat, rombongan langsung disambut oleh puluhan warga SAD yang dipimpin Tumenggung Jelitai, pemimpin SAD Pondok Kelapo.

Dari data yang dihimpun, pemilih SAD di lokasi ini tersebar di tiga wilayah yakni Padang Kelapo, Sungai Lingkar, dan Batu Sawar. Tidak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat 784 pemilih yang terbagi di 3 TPS.

Menariknya, dalam acara sosialisasi kelompok marginal SAD dalam pemilihan serentak tahun 2015 bersama Komisioner KPU Provinsi Jambi, Batanghari, Panwas, dan Panwascam tersebut, Temenggung Jelitai sempat curhat. Dalam sambutannya ia mengaku tidak banyak mengerti dengan kegiatan Pemilu.

Temenggung Jelitai menyebutkan, selama ini pihaknya banyak kebingungan dengan prosedur dan cara mencoblos. Apalagi, ia mengaku tidak ada gambar atau foto pada surat suara sepeti pada Pileg lalu.

"Jadi banyak suara kami yang rusak. Ajarkan kami memilih, agar tidak ada yang salah. Akeh (aku,red) nak milih jugo," ujarnya.

Dari dulu, kata Datuk Temenggung, masyarakat SAD juga ingin maju dengan memilih pemimpin yang peduli dengan keberadaan mereka. Namun kendala yang dihadapi selama ini mereka jarang bertemu dengan kandidat untuk menyampaikan aspirasi mereka.

"Selama ini kami hanya tau nama, tapi kami tidak pernah melihat. Tapi alhamdulillah dari 2013 berangsur baik," tandasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Provinsi Jambi, Desy Arianto, menjelaskan tata cara memilih pada pilkada serentak mendatang. Ia menyebutkan untuk pilkada tahun ini sudah terdapat gambar yakni untuk gubernur terdapat 2 pasang dan Bupati 4 pasang.

"Ada dua surat suara, pertama pemilihan gubernur, kedua pemilihan bupati dan wakil bupati," ucapnya.

Ia juga menjelaskan pada Pilkada nanti akan disediakan 3 TPS di 3 desa tersebut. Untuk itu ia mengharapkan agar semua warga SAD untuk memastikan diri terdaftar agar bisa ikut menggunakan hak suara."Bapak ibu harus pastikan dulu terdaftar, bisa dilihat daftar pemilih, sehingga bisa menggunakan hak pilihnya," tandasnya.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments