Jumat, 25 September 2020

BPKP Lakukan Klarifikasi Langsung


Kamis, 15 Oktober 2015 | 23:42:50 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Penghitungan kerugian negara kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Pendidikan Universitas Jambi (Unja) yang menyeret Rektor Unja, Aulia Tasman, sebagai tersangka, hingga kini belum juga selesai.

Kamis (15/10), tim dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jambi mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Agendanya adalah untuk melakukan klarifikasi langsung kepada tiga orang pihak Unja.

“Tim audit BPKP melakukan klarifikasi terhadap pihak Unja terkait proses pengadaan Alkes Unja. Ini dalam rangka penyelesaian kerja dari tim BPKP dan langsung melakukan klarifikasi dengan pihak Unja,” kata Imran Yusuf, Kasi Penyidik Kejati Jambi kepada wartawan.

Disebutkan Imran, ada tiga orang yang dilakukan klarifikasi oleh BPKP, yakni Yuwono, yang merupakan mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unja, dan dua lainnya adalah Teguh daru ULP Unja dan satu lagi panitia lelang.

“Ini dilakukan pihak BPKP untuk meyakinkan proses yang terjadi pada saat pelelangan. Memang untuk melihat kerugian negara BPKP selalu melakukan klarifikasi kepada pihak yang sudah diminta keterangannya oleh penyidik,” sebutnya.

Lebih lanjut Imran mengatakan, proses klarifikasi pihak terkait tersebut dilakukan tim BPKP dengan didampingi oleh tim penyidik Kejati. “Klarifikasi ini didampingi oleh penyidik,” tukas Imran.

Tidak hanya tiga orang ini saja, sebut Imran, bahkan sudah ada sekitar 15 orang yang sudah diklarifikasi BPKP  terkait kasus ini. “Ada sekitar 15  orang. Kami tinggal menunggu permintaan BPKP jika diminta tiga, maka kami hadirkan tiga, karena ini domainnya BPKP untuk memastikan kerugian negara,” tandasnya.



Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments