Selasa, 2 Juni 2020

Horee... Upah Buruh Naik Tiap Tahun


Kamis, 15 Oktober 2015 | 22:04:31 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAKARTA – Pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Pada Kebijakan Tahap IV kali ini, pemerintah mengatur sistem pengupahan, tindak lanjut Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk ekspor demi mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pada sistem pengupahan, pemerintah mengeluarkan formula sederhana untuk penetapan upah minimum provinsi (UMP). Upah buruh akan naik setiap tahun.

“Negara hadir dalam bentuk jaring pengaman atau safety net, melalui upah minimum dengan sistem formula. Dengan kebijakan ini juga dipastikan upah buruh naik setiap tahun, karena ada isu naiknya 5 tahun sekali, tidak. Naiknya setiap tahun, dengan besaran kenaikan yang terukur,” kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat jumpa pers bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kanan) dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kiri) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10).

Dalam hal ini, menurut Darmin, pemerintah memastikan pekerja atau buruh tidak terjatuh dalam upah murah. Sedangkan, pengusaha juga mendapatkan kepastian. Upah minimum itu berkaitan dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

Darmin menjelaskan, negara menjamin bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap berlangsungnya dialog sosial bipartit antara pengusaha dengan pekerja, sehingga tidak perlu harus membuang tenaga dan waktu panjang lebar untuk pembahasan KHL.

Lantas bagaimana penghitungan kenaikannya? Menurut Darmin, upah tahun depan yang akan ditetapkan dengan formula ini adalah upah minimum sekarang ditambah presentase kenaikan atau kenaikan inflasi atau perubahan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi.

“Jadi kalau inflasi 5 persen, pertumbuhan ekonomi misalnya 5 persen ya 10. Berarti tahun depan, di daerah  itu, upah  minimum  adalah  upah minimum tahun ini ditambah 10%. Tahun depannya hitung lagi. Siapa  yang berlaku penjumlahan tahun ini, dengan dengan inflasi dan pertumbuhan itu ditambah lagi dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” tandas Darmin.


Penulis: (flo/jpnn)
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments