Kamis, 3 Desember 2020

Ribuan Perusahaan di Kota Jambi Hanya Diawasi 4 Orang


Kamis, 22 Oktober 2015 | 22:07:13 WIB


Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Abdullah Thaif
Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Abdullah Thaif / Istimewa

JAMBI - Pengawasan terhadap hak-hak pekerja di Kota Jambi sangat minim. Betapa tidak, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissonaker) Kota Jambi saat ini hanya memiliki 4 orang pengawas tenaga kerja, sementara itu di Kota Jambi terdapat ribuan perusahaan yang harus diawasi.

Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Abdullah Thaif, menilai dengan minimnya jumlah tenaga pengawas ini dikhawatirkannya banyak hak-hak pekerja yang terabaikan. Menurut Thaif, tenaga pengawas yang ada harus kerja ektra, karena kalau tidak, diyakini akan banyak pekerja yang tidak mendapatkan haknya.

“Kalau tak kerja ektra, bagaimana bisa mengawasi semua perusahaan. Informasinya, perusahaan di Kota Jambi ini ada 1.317 yang harus diawasi. Sedangkan pengawas hanya 4 orang” kata Thaif, Kamis (22/10).

Sementara itu Kepala Dinsosnaker Kota Jambi, Kaspul, mengakui hanya ada 4 pengawas untuk mengawasi 1.300-an perusahaan. Menurut Kaspul, tidak mudah untuk mendapatkan pengawas tenaga kerja, karena untuk melakukan pelatihan terhadap pengawas membutuhkan biaya ratusan juta rupiah.

“Untuk mendidik satu pengawas selama 6 bulan, butuh biaya Rp 250 juta,” sebutnya.

Dengan besarnya biaya tersebut, Kaspul mengatakan pihaknya menunggu adanya program pelatihan dari pusat, “Kalau ada kita kirim satu orang setiap tahunnya, kalau tidak biayanya besar sekali. Kan masih banyak kebutuhan lain," tandasnya.



Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments