Rabu, 11 Desember 2019

Pemenang Tender Pengadaan Alkes RSUD Raden Mattaher Diduga Telah Diatur


Senin, 19 Oktober 2015 | 23:51:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Pemenang tender proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi diduga telah diatur. Ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (19/10).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menghadirkan empat orang saksi, satu diantaranya adalah Maman Benyamin, selaku Ketua Panitia Lelang. Dia dihadirkan bersama tiga orang anggotanya.

Terungkap dalam persidangan dengan terdakwa Mulia Idris Rambe dan Zurherli, bahwa ada belasan perusahaan perusahaan yang ikut mengajukan untuk menjadi peserta lelang tender senilai Rp 49,9 miliar.

Namun hanya enam perusahaan yang masuk ke tahapan selanjutnya, yakni PT Rajawali Nurindo, PT Sindang Muda Sarasan (SMS), CV Q. Mas, CV Solusi Prima Sarana, CV Akses Cipta Utama ,dan CV Liana Mekar Sejati. Namun dari enam perusahaan ini, menurut Maman, PT SMS lah yang mengajukan penawaran terendah yaitu sebesar Rp 49,9 miliar.

Kenyataannya, selain PT SMS ada dua perusahan lain yang mengajukan penawaran lebih rendah lagi. CV Q. Mas mengajukan penawaran Rp 31 miliar, CV Liana Mekar Sejati dengan penawaran Rp 32 miliar. Sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan bagi majelis hakim.

Kenapa dua perusahaan itu tidak dimenangkan, padahal penawarannya lebih rendah dari PT SMS selaku pemenang? Benyamin beralasan, dua perusahaan tersebut tidak  memenuhi syarat dan tidak ada dokumen pendukung. "Dua perusahaan itu tidak memenuhi great, dan tidak ada dokumen pendukung," kata Benyamin.

Tidak hanya itu, dari enam perusahaan tersebut cuma tiga perusahan yang melengkapi syarat. Namun dua perusahaan lainnya yaitu CV Solusi Primasarana dan CV Akses Cipta Utama, diketahui hanya sebagai pendamping PT SMS saja. Sehingga salah satu majelis menduga, proyek ini sudah diatur.

Terkait hal ini, saksi Benyamin mengaku baru  mengetahui hal tersebut di tingkat penyidikan. "Saya baru tahu setelah penyidikan, awalnya saya tidak tahu," ujarnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments