Kamis, 24 Oktober 2019

Dengan Teknologi Ini, Rumah Bisa Dibangun Beberapa Jam Saja


Jumat, 30 Oktober 2015 | 16:06:26 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

TEKNOLOGI beton pracetak dan prategang dipercaya dapat membantu program sejuta rumah yang dibesut pemerintah. Pasalnya, sebuah rumah dapat dibangun beberapa jam saja dengan teknologi tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Taufik Widjoyono saat membuka pameran dan konferensi beton dan konstruksi terkemuka se-Asia Tenggara, Concerete Show South East Asia 2015.

“Pembuatan rumah instan tentunya akan sangat memudahkan program pemerintah terkait sejuta rumah dan akan membutuhkan teknologi beton, guna pembangunan rumah secara massal, dimana saat ini jumlah pertumbuhan rumah seharusnya sebesar 13,6 juta, namun saat ini baru 7,6 juta. Artinya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih tinggal bersama dengan orang tuanya atau mertuanya dalam satu rumah dan itu merupakan pekerjaan rumah besar bagi Kementerian PUPR,” ungkap Taufik dalam siaran pers.

“Tentu saja precast, menjadi salah satu bagian penting pertumbuhan Indonesia. Dimana target pertumbuhan Indonesia sesuai anggaran pendapatan nasional adalah sebesar 5,7%. Sementara sejauh ini kita baru mendapatkan 4,8%. Memang masih belum memenuhi target yang diharapkan, namun di sisa waktu triwulan terakhir akan dapat mencapai target tersebut,” tutur Taufik.

Concrete Show South East Asia 2015 merupakan ajang bagi para pekerja industri beton dan konstruksi, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara guna memperluas jaringan, mengembangkan bisnis, serta membawa solusi untuk mendukung rencana program pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk proyek pembangunan sejuta rumah.

Acara yang diselengarakan 28 – 30 Oktober 2015 ini juga memiliki rangkaian kegiatan acara lain, seperti konferensi Industri Pracetak dan Prategang serta Concrete Techonology Seminar, dimana acara tersebut mengadirkan pembicara berkompeten dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan rakyat, AP3I, IAPPI dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).


Penulis: Anto Erawan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments