Kamis, 26 November 2020

Bahayakah menggunakan Ban Vulkanisir?


Jumat, 16 Oktober 2015 | 13:43:41 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

APAKAH berbahaya memakai ban vulkanisir? Pertanyaan yang kadang pecinta otomotif masih bimbang, harga ban yang sangat murah lebih murah dari ban bekas membuat banyak orang tergiur memakainya terlebih ban juga terlihat bagus dengan corak yang jelas sebagai perbandingan Jika harga ban baru sekitar 700 ribu maka harga ban bekas kondisi baik masih 350 ribu atau lebih, sedangkan harga ban vulkanisir bisa hanya 150 ribu? sangat murah bukan.

Ban Vulkanisir adalah
Ban vulkanisir adalah ban rekondisi yang terbuat dari ban bekas sudah botak/ kehilangan kembangnya akibat terkisis (pemakaian), ban yang telah botak dikerok kembali sampai terlihat kembang/ coraknya kembali. Anggapan orang awam tentang ban vulkanisir ini adalah aman digunakan karena grip/ kembang telah kembali, padahal tidak seperti itu karena fungsi kembang bukanlah untuk mencengkeram aspal melainkan untuk membuang air yang terjebak ditengah-tengah ban sehingga ban tidak terpeleset saat melewati genangan air.
Pada pembuatannya (ban vulkanisir) ada 2 macam cara, yang pertama ban langsung dikerok, yang kedua ban ditempeli karet terlebih dahulu kemudian dikerok. Nah mana yang aman? keduanya sama-sama berbahayanya karena ban yang dikerok menjadi lebih tipis, sedangkan ban yang ditempeli karet menjadi lebih berat dan tak seimbang.

Apakah Ban Vulkanisir Berbahaya?
Jawabnya sangat berbahaya, memakai ban vulkanisir sama saja menggadaikan keselamatan kita (nyawa penumpang), ban yang sudah tipis bisa meledak sewaktu-waktu dijalan apa lagi ban yang sudah tipis malah dikerok rawan sekali meledak/ pecah saat di jalan tol atau membawa beban cukup banyak. Yang kita tahu bahwa ban memiliki Prinsip (spesifikasi) tertentu antara lain:
- Suatu ban memiliki kemampuan membawa beban tertentu, bisa dilihat kode bannya ada yang sanggup membawa beban 250 kg, ada yang 350 kg, bahkan ada yang sampai 800 kg.
- Ban memiliki batas kecepatan tertentu, ada ban yang hanya mampu dipacu sampai kecepatan 150 km/ jam, ada yang mampu dipacu sampai diatas 200 km/ jam dengan beban tertentu akan tetapi juga ada yang dibawah 150 km/ jam tergantung kualitas ban tersebut
- Ban memiliki usia tertentu, karena bahan dari ban ini adalah karet maka ban bisa getas/ mengeras/ kehilangan elastisitasnya (daya lentur). Produsen ban biasanya merekomendasikan ban denga usia maksimum 2 tahun setelah ban diproduksi, lebih dari itu jangan dibeli (ban kadaluarsa). Nah bagaimana cara mengetahui kapan ban tersebut diproduksi? pecinta otomotif bisa melihat kode yang tertera pada ban tentang kapan ban di produksi (baca artikel kami sebelumnya tentang membaca kode tahun pembuatan ban)
- Ban memiliki batas ketebalan tertentu pada bagian tapak dan alur ban, pada bagian tapak ban minus alur itu sudah paten ketebalannya dan tidak bisa dikurangi lagi. Pengurangan ketebalan pada tapak ban bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan ban secara signifikan misalnya kemampuan membawa beban, kemampuan melaju, kesimbangan ban, potensi meledak dan lain sebagainya.
Sedangkan ketebalan alur ban (dalam alur dari permukaan terluar ban) adalah 1,6 mm jika kedalaman alur/ corak ban sudah lebih tipis dai 1,6 mm maka kemampuan membuang air hujan pun sudah tidak direkomendasikan lagi.



Penulis: mobilku.org
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: http://www.mobilku.org/2015/10/bahayakah-menggunakan-ban-vulkanisir.html

TAGS:


comments