Jumat, 18 Oktober 2019

Joko Pariadi Minta Dibebaskan


Rabu, 04 November 2015 | 22:50:25 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengaspalan jalan paket 10 dan 11 di Kabupaten Tebo, Joko Pariadi, melalaui penasehat hukumnya menyampaikan keberatan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muara Tebo. Eksepsi tersebut disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (4/11).

Dalam eksepsinya, tim penasehat hukum Joko Pariadi menyebut bahwa dakwaan JPU terhadap mantan Kepala Bidang Mina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tebo tersebut tidak memenuhi syarat materil, dan juga prematur.

Faktanya, Joko ditahan jauh sebelum hasil kerugian negara dikeluarkan. Joko ditahan pada tanggal 17 Juni 2015, sementara hasil audit BPKP baru dikeluarkan pada tanggal 29 September 2015.

“Atas dasar apa kejaksaan melakukan penahanan terhadap tersangka pada tanggal 17 Juni 2015, sementara hasil penghitungan kerugian negara dikeluarkan 29 Semptember," kata Suratno, kuasa hukum Joko Pariadi saat menyampaikan eksepsi

Karena itu, lanjut Suratno, pihaknya meminta agar majelis hakim menerima nota eksepsi mereka, serta menyatakan dakwaan JPU batal demi hukum. Selain itu, kata Suratno, meminta majelis hakim membebaskan kliennya dari rumah tahanan negara dan memulihkan nama baiknya.

“Kami miminta majelis hakim yang mememeriksa perkara ini mempertimbangkan dan mengadili menurut fakta hukum dan keyakinan majelis hakim, sehingga akan diperoleh suatu kebenaran materil dan keadilan yang seadil-adilnya bagi terdakwa," tandasnya.




Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments