Jumat, 10 Juli 2020

Wow, Ujung Jabung Jadi Rebutan Investor


Kamis, 03 Desember 2015 | 21:42:15 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Kawasan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kini mulai banyak menarik minat investor. Setidaknya lima perusahaan besar sudah menawarkan investasi di Ujung Jabung.

Dua diantaranya adalah Fujai Group dan Al Basam. Sementara itu tiga investor lainnya disebut-sebut merupakan perusahaan sawit yang ingin menjadikan Ujung Jabung  sebagai hilirisasi sawit.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Jambi, Otto Riadi, mengatakan dirinya sudah memaparkan potensi Ujung Jabung di hadapan pengusaha asal Kanada, Al Basam. Disebutkannya, investor ini berencana menjadikan Ujung Jabung tempat revanery di Sumatera.

Otto menambahkan, Al Basam merupakan rekan dari persahaan Saudi Aramco yang merupakan Pertamina-nya Arab Saudi, berpusat di Damam. “Secara prinsip, mereka ingin sekali investasi di Ujung Jabung dan membangun revanery,” kata Otto, Kamis (03/12).

Ada tiga jenis perusahaan yang akan dibangun, yakni Petrochemical, Crude Minyak, dan tempat suplayer minyak di kawasan Asia Timur. “Area yang mereka minta sebenarnya tidak besar. Hanya 1.000 hektar, termasuk di dalamnya pelabuhan,” bebernya.

Lebih lanjut Otto mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jambi sudah membebaskan lahan sekitar 200 hektar. Artinya masih ada 800 hektar lagi yang dibutuhkan Al Basam. “Saya sudah sampaikan kepada Al Basam, bahwa Pemerintah Provinsi dan kabupaten mengalokasikan daerahnya, tapi pembebasan tanahnya diserahkan kepada Al Basam. Nah mereka setuju,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, pihak Al Basam juga berencana akan berkunjung langsung ke Jambi. Namun Otto menyampaikan, infrastruktur menuju pelabuhan belum selesai dan bisa ditempuh waktu 5 jam perjalanan. “Saya pikir niat mereka menjadi berkurang. Ternyata tidak, mereka bukan butuh darat kita, yang mereka butuhkan laut lepas,” ujarnya.

Recananya awal 2016 nanti pihak Al Basam akan mengecek lokasi Ujung Jabung dengan ful time teknis untuk evaluasi dan membuat feasiblity study mengenai pembangunan yang mereka rencanakan. “Ini kesempatan baik bagi kita,” pungkasnya.




Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments