Senin, 26 Oktober 2020

SELAMAT "JALAN" SIBAGARIANG


Rabu, 09 September 2015 | 10:20:53 WIB


Dony Yusra
Dony Yusra / Istimewa

DUNIA hukum di Provinsi Jambi kembali berduka. Minggu (6/9), telah beristirahat dengan tenang dosen, peneliti, ahli, pemikir, dan tauladan penegakan hukum pidana, Bapak Selamat Sibagariang, SH, MH.

Pak Bagariang, begitu beliau biasa disapa, merupakan salah satu dosen senior pada Fakultas Hukum Universitas Jambi. Beliau sudah malang melintang dalam dunia akademisi hukum maupun praktisi hukum.

Namanya sangat dikenal luas dengan ketegasannya dan profesionalismenya selaku pendidik. Tidak jarang komentar beliau terasa sangat pedas bagi para pelanggar hukum, beliau berkomentar tanpa pandang bulu apalagi pandang kasus. Beliau memang menempatkan diri sebagai akademisi hukum sejati yang berpijak kepada landasan akademis dan bahkan mengenyampingkan kepentingan materi.

Saya dan Pak Bagariang

Pak Bagariang, ya… itulah nama yang cukup membuat lutut kami para mahasiswa 10 tahun lalu bergetar jika melihat nama beliau di dalam daftar nama pengajar hukum pidana. Bukan karena apa, ada yang bahkan berkata “Kurang cerdas? Siap-siap ketemu Pak Bagiang”. Betapa tidak, beliau bukanlah tipikal pengajar yang monoton

text book. Beliau memang dalam menjalankan profesinya di kampus tidak hanya menempatkan diri sebagai pengajar, tapi bahkan beliau menjadi pendidik seutuhnya.

Beliau tidak menginginkan mahasiswa hanya menjadi perpustakaan berjalan, tetapi justru beliau menginginkan mahasiswa justru mampu membuat perpustakaan itu sendiri. Dalam satu kesempatan dalam perkuliahan, beliau pernah menyampaikan “Kalau buku kalian tinggal baca, undang-undang tinggal kalian baca, tapi menjadi pemikir hukum tidak cukup hanya dengan membaca dan menghafal”.

Begitulah salah satu pelajaran yang dapat saya pahami dan saya pegang sampai hari ini, yang pada intinya, mengajar haruslah juga mendidik. Jangan hanya membuat menjadi hafal, tapi yang terpenting adalah bagaimana membuat paham dan bahkan mampu melahirkan pemikiran baru.

Mungkin sudah sewajarnya arah pemikiran beliau seperti itu, mengingat bagi saya dan mungkin semua orang yang pernah berinteraksi dengan beliau akan mengatakan “Pak Bagariang itu bukan hanya pengajar saja, tapi beliau pemikir jenius”.

Pak Bagariang dan Apresiasi

Sekalipun dalam kehidupan beliau sangat banyak orang yang mengapresiasi pemikiran dan integritas beliau, namun beliau tetap membumi. Pernah suatu waktu di awal tahun 2010 lalu, saat berlangsung ujian skripsi rekan saya waktu itu. Setelah sesi ujian, beliau adalah orang yang pertama kali keluar dari ruang ujian dan berkata sembari menepuk-nepuk pundak saya yang waktu itu berdiri di depan pintu ruang ujian “Temanmu pintar, hebat, tulisannya sistematis”.

Kalimat itulah yang membuat haru bagi saya bahkan hingga tulisan ini saya buat tak terbendung air mata. Ada apa? Kalimat yang cukup singkat ungkapan beliau itu. Bagi kami para mahasiswa, diuji oleh Pak Bagariang adalah hal yang sangat menakutkan.

Beliau orang yang tanpa neko-neko untuk memutuskan seseorang gagal ujian akhir tanpa pandang bulu jika memang tidak mampu. Apalagi, beliau betul-betul bertanya terhadap pendalaman materi, sekali lagi saya katakana Pak Bagariang juga ingin melahirkan para pemikir. Namun, yang membuat ku terharu adalah bagaimana beliau mengajarkan penghormatan dan kejujuran terhadap suatu hasil karya dan kemampuan, sekalipun itu seorang anak didik.

Beliau mengajarkan nilai-nilai luhur bahwa jangan pernah memandang siapa yang berbicara dan berargumen, tapi dengarkanlah dan pahami apa yang dibicarakannya, jika bagus? jangan pernah segan-segan untuk menaruh rasa hormat siapapun orangnya itu.

Sibagariang, Sang Guru Besar

Ya, beliaulah guru besar. Guru besar yang tidak lahir karena gelar, tetapi guru besar yang lahir di dalam penghargaan banyak orang, mahasiswa, polisi, jaksa, hakim, pengacara, dan lainnya telah kehilangan salah satu ahli hukum yang kerap dijadikan tempat bertanya dan berdiskusi.

Selamat jalan Guru Besar, namamu akan selalu hidup dalam hati sanubari yang masih peka dengan keadilan, karyamu akan selalu dikenang. Dan yakinlah, generasi-generasi hebat sepertimu akan lahir tanpa henti di muka bumi. Beristirahatlah dengan tenang……….


Penulis: Dony Yusra Pebriant, SH, MH / Penulis adalah alumni program Pascasarjana Universitas Jambi.
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments