Kamis, 22 Oktober 2020

Sedihnya, Guru Honorer Dibutuhkan Tapi Kesejahteraannya Tidak Diperhatikan


Sabtu, 07 November 2015 | 14:00:14 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA - Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) mengaku kecewa dengan ketiadaan anggaran untuk mengangkat mereka menjadi PNS. Padahal, sebelumnya Presiden Joko Widodo dan Menteri terkait menjanjikan akan mengangkat honorer K2 secara bertahap sejak 2016-2019.

”Pemerintah sudah berjanji untuk mengangkat sekitar 439.956 honorer K2 secara bertahap. Termasuk di sana guru honorer yang diharapkan bisa membantu kekurangan jumlah guru,” sebut Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FKH2I) di Jakarta, Jumat (6/11).

Menurut data di lapangan, khususnya di daerah, ada sekolah yang jumlah guru honorernya jauh lebih besar dari PNS guru. Sulis menyebut semisal di Cirebon dan Malimping, Banten.

”Di sana yang PNS cuma kepala sekolahnya saja. Sisanya yang mengajar adalah guru honorer. Itu berarti kita masih kekurangan guru. Guru honorer dibutuhkan tapi kesejahteraannya tidak diperhatikan,” paparnya.

Karena itu, dirinya menyuarakan keinginan guru honorer yang rela dan ikhlas gajinya dirapel. Asal, pemerintah benar-benar berniat baik menyelesaikan soal nasib K2.

”Kalau tidak ada anggaran di APBN, guru honorer bersedia untuk diangkat dulu, digaji belakangan. Tapi, mereka berharap akan ada APBN Perubahan yang menganggarkan gaji dan tunjangan mereka,” pinta Sulis.


Penulis: nas/sic/jon/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments