Jumat, 15 November 2019

BPK Temukan Setoran Rp 300 Juta Lebih di BLHD


Senin, 16 November 2015 | 22:38:40 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi menemukan sejumlah hal tidak wajar di Pemerintahan Provinsi Jambi. Salah satunya adalah di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi, dimana ada uang senilai lebih dari Rp 300 juta yang tidak disetorkan ke kas daerah.

Eliza, Kepala BPK RI Perwakilan Jambi belum lama ini mengatakan, sebanyak Rp 380,64 juta yang merupakan hasil retribusi laboratorium, belum disetor oleh bendahara BLHD. BLHD disebutkan harus segera menyetorkan ke kas daerah. “Sebab ini dapat merugikan keuangan daerah," kata Eliza.

Ksementara itu Kepala Inspektorat Provinsi Jambi, Hefni Zein, mengakui adanya temuan tersebut, terkait dengan penerimaan dari laboratorium pada tahun 2014. Menurutnya, ada yang merasa keberatan dengan hal itu. Pihak BLHD disebutkannya merasa sudah menyetorkan nilai yang sesuai dengan ketentuan.

Namun ketika ke lapangan, ada penerimaan lain yang dianggap bukanlah retribusi. Hefni mengatakan pada saat ke lapangan pihak petugas menerima uang yang dianggap sebagai biaya pemeriksaan. “Ditanya dengan yang diperiksa, itu dianggap biaya pemeriksaan. Padahal bukan itu," katanya.

Namun, lanjut Hefni, Kepala BLHD Provinsi Jambi mengatakan akan menyetorkan uang hasil temuan itu. Diakuinya, ada kelemahan terjadi ketika pungutan itu dilakukan. Hefni mengatakan uang senilai lebih dari Rp 300 Juta tersebut harus disetorkan paling lama 60 hari setelah LHP diterima. "Itu dikembalikan semua, kepala BLHD sudah bilang begitu," tandasnya.

Sayangnya, Rosmeli selaku Kepala BLHD Provinsi Jambi ketika hendak dikonfirmasi tidak bisa dihubungi.




Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments