Senin, 9 Desember 2019

PT ENB Diminta Segera Selesaikan Angsoduo Modern


Rabu, 18 November 2015 | 09:59:29 WIB


Walikota dan Ketua DPRD Kota Jambi saat meninjau pembangunan Pasar Angso Duo.
Walikota dan Ketua DPRD Kota Jambi saat meninjau pembangunan Pasar Angso Duo. / Amril Hidayat

JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan deadline (batas waktu) kepada PT Era Guna Bumi Nusa (EBN) selaku pengembang Pasar Angsoduo modern. Perusahaan tersebut diminta untuk segera menyelesaikan pembangunan pasar tradisional terbesar di Kota Jambi ini selambat-lambatnya 9 Juni 2016 mendatang.

Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Pemerintahan, Fauzi Syam, mengatakan deadline itu ditetapkan apabila dalam masa dua kali perpanjangan, pasar itu belum juga diselesaikan.

"Dalam surat perjanjian kerjasama yang kita sepakati bersama, jangka waktu pengerjaan Pasar Angsoduo modern itu selama satu setengah tahun," kata Fauzi.

"Artinya, dari awal pengerjaan 9 Juni 2014 lalu, jatuh tempo 18 bulan itu berakhir pada 9 Desember 2015 ini. Jika pada tanggal dimaksud pihak pengelola belum juga menyelesaikan pekerjaannya, maka Pemprov akan memberikan masa perpanjangan sampai dengan Maret 2015," ujarnya lagi.

"Dan jika pada masa perpanjangan pertama ini belum juga selesai, atas kesepakatan bersama pengelola akan diberi perpanjangan waktu untuk tiga bulan selanjutnya menyelesaikan perkerjaan itu. Artinya, dari Maret sampai Juni 2016," lanjut Fauzi.

Setiap perpanjangan masa kerja itu, sambung Fauzi, pihak pengembang akan didenda satu per mill dari selisih pekerjaan (1:1000). "Jadi kalau sisa pekerjaan mereka itu totalnya Rp 1 miliar, nilai dari denda keterlambatan itu Rp 1 juta per hari," ujarnya.   

Namun jika pada Juni 2016 mendatang pengerjaan pasar tradisional itu belum juga selesai, sesuai pasal 18 ayat (5) perjanjian kerjasama itu, kata Fauzi, Pemprov Jambi dapat mencabut dan memutus kerjasama secara sepihak, tanpa ganti rugi sedikitpun.

"Sekalipun nanti belum final lima persen. Kita berhak mencabut perjanjian kerjasama tanpa ganti rugi sepeserpun," pungkasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments