Senin, 9 Desember 2019

Kiat Berbisnis Rumah Kontrakan dan Indekos


Jumat, 20 November 2015 | 14:02:53 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

ANDA tertarik berbisnis rumah kontrakan atau kos-kosan? Bisnis ini memang cukup menggiurkan. Secara umum, rental yield yang bisa diperoleh berkisar 10% per tahun, namun 8% per tahun pun sudah cukup, asal masih ada marjin keuntungan.

Akan tetapi tak semua lokasi potensial untuk dijadikan rumah kontrakan atau kos-kosan. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum terjun ke bisnis ini. Berikut pemaparannya:

Survei Kawasan
Anda dapat mulai memerhatikan rumah kontrakan atau indekos di wilayah sekitar. Apakah penuh atau kosong? Jika ternyata penuh, maka ada kesempatan bagi Anda untuk membuat rumah kontrakan atau indekos.

Potensi pasar
Potensi pasar utama rumah kontrakan dan indekos adalah karyawan pusat perbelanjaan, mal, pabrik, perkantoran, atau mahasiswa. Anda dapat mencari data apakah ada potensi penambahan karyawan perusahaan, pabrik, atau mahasiswa di universitas yang berada di sekitar lokasi Anda. Bertambahnya karyawan atau mahasiswa, berarti ceruk pasar rumah kontrakan dan indekos juga membesar.

Amati Pesaing
Perhatikan fasilitas yang diberikan pesaing kepada penyewa. Jika pesaing tidak memberikan fasilitas apapun, Anda bisa menambahkan beberapa fasilitas standar, seperti AC atau TV agar penyewa lebih puas.

Harga
Anda bisa melihat berapa harga yang diberikan oleh pesaing Anda. Jangan memberikan harga yang terlampau tinggi besar dibandingkan dengan pesaing. Akan tetapi dengan fasilitas lebih, Anda juga bisa menaikkan harga sewa agar tak merugi.

Manajemen
Untuk rumah indekos, Anda harus menyiapkan manajemen yang membuat peraturan dan melayani kebutuhan para penyewa, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika, memasak, sampai mengatur jam kunjungan.

Buat Kalkulasi
Jangan lupa hitung berapa pengeluaran yang dihabiskan untuk mengetahui berapa harga sewa yang dapat ditarik. Hitung pula pemasukan dan biaya pengeluaran, sehingga dapat terlihat seberapa besar keuntunganya. Jika suatu ketika keuntungan Anda tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin sudah saatnya Anda menaikkan harga sewa.


Penulis: Anto Erawan
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments