Sabtu, 24 Agustus 2019

Pengamat: Pemilih Lebih Melihat Figur Ketimbang Partai


Jumat, 11 Desember 2015 | 10:47:05 WIB


Suasana perhitungan di TPS Bungo
Suasana perhitungan di TPS Bungo / Hamid

JAMBI - Sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil quick count atau hitung cepat hasil Pilgub Jambi, yang mengunggulkan pasangan nomor urut 2, Zumi Zola-Fachrori Umar, ketimbang pasangan nomor urut 1, Hasan Basri Agus (HBA)-Edi Purwanto. Begitu juga halnya rekap C1 di website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang sementara jumlah suara masuk baru 62,45 persen

Meskipun Pasangan incumbent HBA-Edi yang notabenenya membawa partai besar, seperti Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), namun tak mempengarui memperoleh suara mereka. Pengamat Politik Jambi melihat fenomena yang terjadi saat pelaksanaan Pilgub 9 Desember lalu,

"Tidak ada matematika politik pada Pilgub 9 Desember kemarin. Sebab, dalam perhelatan Pilgub itu lebih memandang figur, bukan partai. Seperti halnya Pemilukada," kata pengamat politik Fisipol Unja, Muhammad Farisi.

"Melihat Sosok Zola yang tampan, muda, dan kharismatik, dan pernah menjabat sebagai Bupati Tanjab Timur.  Maka pemilih akan lebih mudah melihat, ketimbang yang tua," ujarnya lagi.

Meskipun HBA merupakan sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur, namun pemilih tidak melihat hal itu. Apalagi partai politik (Parpol), Fasisi mengatakan suara parpol pendukung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu tidak bisa jadi jaminan jika calon yang diusung bakal terpilih.

Meskipun pada Pileg lalu suara PDIP dan Demokrat dalam perhitungan partai besar dan penguasa di Jambi, namun bukan menjadi jaminan bakal besar di Pilgub. "Pada Pilgub ini, Sosok Zola lebih menjual ketimbang partai," ujarnya.

Sementara itu pengamat politik Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, memiliki pandangan yang tidak berbeda dengan yang disampaikan Farisi "Pillgub lebih ke faktor figur bukan partai," katanya.

Ditambahkannya, elite partai politik kocar-kacir untuk menentukan arah koalisi. Suara partai politik saat Pileg lalu memang jadi syarat untuk bisa mencalonkan presiden, namun suara saat Pileg belum tentu sama dengan Pilgub.

"Pilgub mirip Pilkada, yang dijual pesona figur. Menjelang hari H kita lihat bagaimana tingkat konsisntensi pemilih partai X dengan calon yang didukung partai X," cetusnya.

Ditambahkan Hadi, peran partai politik saat Pileg memang sangat signifikan, karena calon anggota dewan di dorong partai politik. "Kalau Pilgub, partai hanya jadi kendaraan," paparnya.

Untuk diketahui, duet HBA-Edi didukung PDIP, Demokrat, PKS, Gerindra. Sedangkan pasangan Zola- Fachrori didukung PAN, PKB, PBB, Nasdem, Hanura, serta PPP dan Golkar.

Di singgung mengenai fenomena yang mendominasi mendulang suara Zola-Fachrori pada Pilgub Jambi, kedua pengamat ini mengatakan suara pemilih banyak dari kalangan pemilih pemula dan kalangan perempuan.

"kaum perempuan dan pemula akan muda tergoda dengan yang muda dan tampan, sehingga partisipasi pemilih untuk kalangan ini, akan meningkat," tandasnya.


Penulis: Jay
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments