Selasa, 21 Mei 2019

Dear Mom, Please Batasi Penggunaan Gadget Buah Hati Anda


Selasa, 22 Desember 2015 | 10:35:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

SURABAYA – Semakin akrabnya balita dengan gadget ternyata memiliki efek samping yang serius. Hal itu dikatakan oleh Psikolog dan pakar stimulasi anak, Dra Mayke S. Tedjasaputra. Menurutnya, anak-anak usia dini belum waktunya berkenalan dengan teknologi. Jikapun ada, maka waktunya semaksimal mungkin harus dibatasi.

“Paling lama harus satu jam sehari. Sebab kalau tidak, bisa menimbulkan banyak dampak negatif,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara Bincang Media Gerakan Senam Tanggap Nestle di Surabaya.

Dampak negatif yang pertama, buah hati akan tumbuh menjadi sosok yang tertutup dan malas berinteraksi. Sebab, dirinya merasa sudah senang bermain sendirian. Ketika dewasa nanti, tentu ini akan mengganggu pola hidupnya di masyarakat.

Belum lagi jika si kecil sudah kecanduan dengan hal-hal yang ada di dalam gadget, baik games maupun video. Itu bisa mengganggu perkembangan motorik dan fisiknya. Anak jadi lupa makan, bermain, dan beraktivitas fisik lain.

Serta bahaya yang tidak kalah penting adalah buah hati akan lambat untuk belajar. Sebab, umumnya anak-anak yang menggunakan gadget untuk bermain ataupun menonton, akan disuguhkan tayangan yang relatif cepat geraknya. Nah, jika dia terbiasa menikmati tayangan gerak cepat itu, maka akan kesulitan menyerap informasi atau pembelajaran dari gerak lambat seperti buku atau guru yang menerangkan di kelas.

”Memang bagi orang tua, anak yang dikasih gadget sebagai mainan mereka akan meringankan tugasnya. Karena anak tidak akan rewel, jadi otomatis tidak mengganggu pekerjaan orang tuanya. Tapi, kalau disadari, justru disinilah seninya menjadi orang tua. Jika kita berhasil mendidik anak dengan baik, tentu sangat membahagiakan,” jelas Mayke.

Mayke lantas menyarankan, sebagai pengganti gadget, orang tua bisa mengajak anak mereka melakukan berbagai gerak fisik. Salah satunya adalah dengan senam tanggap. Berdurasi sekitar 10 menit, senam itu mampu melatih daya tangkap dan kemampuan motorik anak. ”Sehingga tercipta juga kerjasama serta hubungan yang hangat antara orang tua dan anak,” jelasnya.

Sementara itu, dikampanyekannya senam tanggap di seluruh Indonesia merupakan tujuan dari meningkatkan kesehatan fisik dan kecerdasan otak anak. ”Karena senam ini tidak saja dapat membuat tubuh menjadi lentur, tetapi juga melatih keterampilan motorik, koordinasi penglihatan, serta mengasah kemampuan sosialisasi pada anak,” kata Trida Rachel Angelina, Brand Manager Nestle Dancow Batita.


Penulis: pda/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments