Rabu, 7 Desember 2022

Siapa Beruntung? 2016 Dibangun Rumah untuk Masyarakat Miskin 700 Ribu Unit

Program Sejuta Rumah Lanjut di 2016

Kamis, 10 Desember 2015 | 13:54:49 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA- Sejuta Rumah tetap akan menjadi program Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) pada 2016 mendatang. Selain untuk mengurangi kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan yang terus meningkat setiap tahun, Kementerian PUPR juga ingin agar peran aktif pengembang dan pemerintah daerah bisa lebih aktif dalam pelaksanaan program tersebut di daerah.

“Tahun depan Program Sejuta Rumah akan tetap kami (Kementerian PUPR-red) lanjutkan,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin dalam keterangan persnya, Kamis (10/12)..

Menurut Syarif, meskipun target sejuta rumah tidak berubah, namun pihaknya akan sedikit mengubah proposi pembangunan rumah untuk MBR. Jika sebelumnya perbandingan pembangunan rumah untuk MBR sekitar 600 ribu unit dan non MBR 400 ribu unit, maka ke depan angkanya akan diubah yakni rumah untuk MBR naik menjadi 700 ribu unit dan non MBR hanya 300 ribu unit saja.

“Kami akan naikkan target pembangunan rumah MBR menjadi 700 ribu unit dan rumah non MBR 300 ribu unit. Targetnya tetap sejuta unit rumah,” tandasnya.

Syarif menambahkan, pihaknya tetap berharap angka sejuta rumah tahun depan akan tercapai. Pasalnya, berdasarkan perhitungan yang dilakukannya, jika program sejuta rumah dimulai sejak awal Januari maka akan banyak pengembang besar yang akan ikut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program tersebut.

“Dari data yang kami miliki pada Januari 2016 mendatang sudah ada beberapa pengembang besar seperti Agung Podomoro dan Perumnas yang akan memulai proyeknya guna mendukung Program Sejuta Rumah ini. Selain itu, ada juga beberapa rencana pelaksanaan ground breaking pembangunan rumah sederhana di daerah sehingga kami yakin tahun 2016 mendatang Program Sejuta Rumah akan berjalan lebih baik lagi,” harapnya.


Penulis: esy/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments