Selasa, 25 Februari 2020

SIMAK: Nasehat MUI Terkait Perayaan Pergantian Tahun


Kamis, 31 Desember 2015 | 13:49:49 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA – Perayaan pergantian tahun 2015-2016 jangan berlebihan. Namun, pergantian tahun harus dijadikan ajang untuk melakukan introspeksi diri menjadi lebih baik.

“Tahun baru kita harus mengintrospeksi diri, bukan malah tancap gas lebih jahat dari kemarin,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain saat dihubungi JPNN, Kamis (31/12).

Zulkarnain mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa lebih baik dari kemarin maka dia orang beruntung, barang siapa lebih jelek dari kemarin maka dia orang celaka dan barangsiapa serupa dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi.”

“Jadi, kita ingin yang mana? Tentu kita ingin jadi orang yang beruntung yang lebih baik dari kemarin,” kata Zulkarnain.

Karenanya, kata dia, introspeksi diri harus dilakukan pada momen tahun baru ini. Bukan malah menjadikan pergantian tahun sebagai ajang untuk tancap gas lebih kencang melakukan perbuatan jahat.  Misalnya, mabuk-mabukan sepanjang malam, tancap gas untuk berbuat lebih jahat.

Menurut dia, kalau uang di momen pergantian tahun itu digunakan untuk kebaikan misalnya mengunjungi saudara, panti asuhan dan anak-anak yatim, maka akan lebih membekas. Karenanya, Zulkarnain mengingatkan jangan menghambur-hamburkan uang untuk perkara yang tidak membawa manfaat. “Apalagi, perkara yang merusakkan jiwa dan raga,” ujarnya.

Zulkarnain mengingatkan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai bangsa ini terpecah belah oleh perbuatan-perbuatan yang merusak. “Perdamaian itu harganya sangat mahal,” tegasnya.


Penulis: boy/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments