Sabtu, 25 Januari 2020

Fitra Minta Revisi Anggaran DPR yang Tidak Wajar


Sabtu, 09 Januari 2016 | 11:48:44 WIB


Sekretaris Jenderal Fitra, Yenny Sucipto
Sekretaris Jenderal Fitra, Yenny Sucipto / ricardo/jpnn

FORUM Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyoroti rencana umum pengadaan (RUP) DPR tahun 2016 terdapat sejumlah mata anggaran yang tidak wajar. Banyak politik anggaran DPR yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Sucipto mengatakan, DPR tidak konsisten dalam dokumen penyusunan anggaran. Lembaga wakil rakyat itu tidak tertib dalam penelitian, kajian dan dokumen perencanaan penyusunan anggaran.

Karena itu, Fitra meminta adanya revisi anggaran. Dan lebih baik, proyek pembangunan gedung baru dibatalkan dalam APBNP 2016. "Batalkan pembangunan mega proyek mewah DPR yang ajaib, tidak sesuai dengan kebutuhan peningkatan kinerja," tegas Yenny.

Semestinya, kata Yenny, pemerintah selektif. Tidak transaksional dalam kebijakan anggaran dengan DPR.

Fitra menduga, lolosnya proyek penataan ulang parlemen, khususnya pembangunan gedung Senayan, merupakan bentuk barter perencanaan anggaran DPR dengan pemerintah. Untuk itu, pihaknya meminta agar KPK melakukan pengawasan.

"KPK harus mengawasi dan menindak anggaran anggaran ajaib dan proyek mewah DPR ini," tandas Yenny.


Penulis: dna/JPG
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments