Senin, 2 Agustus 2021

Ingin Bunuh Diri Saat Dijuluki Zebra, Kini Jadi Supermodel Dunia

Jumat, 08 Januari 2016 | 11:25:01 WIB


Winnie Harlow saat show.
Winnie Harlow saat show. / Foto : cnn/jawa pos

SEPANJANG 2015, wajah Winnie Harlow menghiasi berbagai majalah, billboard iklan, dan juga panggung peragaan busana kelas dunia. Dia selalu menjadi perbincangan dan pusat perhatian.

Ya, gadis 21 tahun itu memang istimewa. Model yang memiliki nama asli Chantelle Brown-Young tersebut tidak seperti model papan atas pada umumnya yang bertubuh mulus bak porselen. Kulit Harlow yang gelap penuh dengan bercak-bercak putih lebar di sekujur tubuh, bahkan hingga wajahnya.

Bercak tersebut bukanlah cat yang sengaja dioleskan ke tubuhnya. Sejak usia 4 tahun, perempuan kelahiran Toronto, Ontario, Kanada, tersebut memang divonis menderita vitiligo. Ini adalah penyakit di mana kulit kehilangan melanin. Imbasnya, terjadilah bercak-bercak putih itu.

Vitiligo membuat masa kecil Harlow sulit. Dia kerap di-bully teman-temannya. Berbagai julukan mereka sematkan padanya. Termasuk di antaranya panggilan sapi maupun zebra. Karena begitu tertekan, dia bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri. ''Bullying tersebut benar-benar buruk sehingga saya terpaksa keluar dari sekolah menengah dan memilih home­schooling,'' ujar Harlow mengingat kembali kenangan masa kecilnya saat diwawancarai CNN kemarin (5/1).

Harlow menjelaskan bahwa keluar dari sekolah adalah keputusan terbaik yang terjadi pada dirinya. Sebab, dengan keputusan tersebut, dia bisa mulai belajar menghargai dan mencintai dirinya sendiri. Tekanan dari teman-teman yang kerap mem-bullly-nya juga tidak terjadi lagi. Pelan tapi pasti, Harlow mulai menerima kondisinya dan tidak lagi terpengaruh dengan omongan orang. ''Orang ada yang memiliki kulit hitam, ada yang cokelat. Saya memiliki keduanya,'' tegasnya.

Menjadi seorang model sejatinya tidak pernah terlintas di benaknya. Awalnya, putri pasangan Windsor Young dan Lisa Brown-Young tersebut ingin menjadi jurnalis di bidang hiburan. Sampai suatu hari fotografer asal Toronto Shannon Boodram melihat fotonya di Facebook. Boodram memakainya sebagai model di video musik yang dia buat dan diunggah ke kanal YouTube. Dia jugalah yang mendorong Harlow untuk terus menekuni dunia fashion. Harlow akhirnya berlatih modeling dan mengunggah foto-fotonya di dunia maya.

Saat America's Next Top Model (ANTM) memulai seri baru pada 2014 lalu, Harlow meminta para penggemarnya untuk men-tag foto-fotonya ke Tyra Bank. Tidak disangka, adik dan para penggemarnya melakukannya. Pembawa acara ANTM tersebut akhirnya melihat foto Harlow dan memberinya kesempatan untuk ikut. Sayang, Harlow hanya sampai di posisi keenam.

Penampilannya di ANTM ternyata menarik banyak pihak. Salah satunya Nick Knight. Dia adalah salah seorang fotografer paling berpengaruh di dunia. Kate Moss, Lady Gaga, dan Kanye adalah beberapa pesohor yang pernah bekerja sama de­ngannya. Harlow akhirnya melakukan pemotretan di London. ''Pemotretan tersebut memberi saya rasa percaya diri untuk meneruskan karir modeling saya,'' terang Harlow. Sebelumnya, modeling hanyalah hobi baginya.

Dari situlah, Harlow akhirnya menerima banyak permintaan untuk pemotretan dan juga tampil di berbagai catwalk. Yang menjadi sorotan, misalnya, iklan label fashion Diesel dan melenggang di London Fashion Week. Bisa dibilang, 2015 adalah tahun gemilang bagi karirnya. Berkali-kali dia mendapat tawaran wawancara dari berbagai media terkemuka.

Menurut Harlow, industri fashion cukup terbuka terhadap hal baru. ''Tapi tetap butuh menerima berbagai macam bentuk kecantikan sebagai standar (fashion),'' terang Harlow saat ditanyai apakah dia diperlakukan beda dalam karirnya sebagai model. Dia menegaskan bahwa media sosial cukup berpengaruh terhadap pandangan tentang kecantikan. Buktinya, setiap hari penggemarnya kian banyak. Saat ini follower-nya di Instagram mencapai lebih dari satu juta orang.


Penulis: Daily Mail/sha/c17/ami/pda
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments