Selasa, 4 Agustus 2020

Rekonsiliasi Pasca Rekapitulasi


Rabu, 23 Desember 2015 | 11:52:47 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

Rakyat Jambi telah menentukan pilhannya. Berdasarkan rekapitulasi manual yang dilakukan oleh KPU Provinsi Jambi yang dijadikan dasar penetapan pemenang pemilihan gubernur, menyatakan bahwa pasangan cagub dan cawagub nomor urut 2 memperoleh suara lebih banyak, yaitu 60.25% melawan 39.75%.

Apabila tidak ada gugatan dari pasangan yang kalah ke Mahkamah Konstitusi maka KPU Provinsi Jambi akan menetapkan pasangan nomor urut 2 sebagai Gubenur dan Wakil Gubernur terpilih Jambi periode 2016-2021, dan pada bulan Maret 2016 Insy Allah akan dilakukan pelantikan serantak di Istana Negara Jakarta oleh Presiden RI.

Menindaklanjuti hasil rekapitulasi KPU Provinsi Jambi, maka selanjutnya kita semua harus menunggu apakah pihak yang kalah akan menggunakan haknya untuk melakukan gugagatan. Sistem dan aturan pilkada yang berlaku sekarang sudah semakin baik, sistem membuka peluang untuk melakukan protes, aduan dan gugatan. Tetapi tentunya gugatan yang diajukan ke MK harus mempunyai alasan, logika, dan bukti bukti yang lengkap dan jelas, jangan sampai gugatan ini hanya pelampiasan kekesalan atau kekecewaan karena kalah dalam pemilihan.

Slogan siap menang dan siap kalah memang mudah untuk diucapkan tapi butuh jiwa besar untuk mempraktekkan, khususnya bagi pihak yang kalah. Ada dua tipe orang yang kalah. Tipe pertama menyadari kekalahannya segera melakukan evaluasi dan instropeksi untuk mengetahui mengapa dia kalah, mengambil pelajaran dan melakukan perbaikan dan siap berkompetisi lagi. Kedua, tipe yang tidak mau menerima kenyataan dia kalah, sibuk menuding orang lain sebagai biang kekalahan dan tidak mau instropeksi diri.

Memang tidak mudah menerima kekalahan apalagi sudah berjuang sekuat tenaga, berdasarkan hasil polling dan analisis tim sukses menyatakan bahwa anda yakin akan menang. Tapi anda harus segera bangkit, lakukan evaluasi mungkin anda salah menggunakan strategi, salah mengkalkulasi dukungan, dan salah memahami masyarakat. Saya sungguh bisa merasakan minggu-minggu ini adalah malam kelabu dan terasa panjang serta sulit menutup mata bagi anda.

Setelah bisa mengontrol emosi, kesedihan, kekecewaan hati, serta melakukan kajian, dan dirasa tidak perlu melakukan gugatan. Menurut penulis, hal yang harus segera dilakukan adalah melakukan konferensi pers yang pada intinya anda mengakui kekalahan, menyatakan pilgub kemarin sudah sesuai azaz, berterima kasih, dan meminta maaf kepada para pendukung serta mengucapkan selamat dan mengajak untuk bersama-sama mendukung gubernur terpilih dengan tetap mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Dengan begitu rakyat akan tetap mengenang jasa dan pengabdian anda selama ini dan menempatkan anda di hati masyarakat Jambi.
Bagi yang menang pemilihan gubernur dan wakil gubernur, nanti satu detik setelah anda dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur tanggung jawab Provinsi Jambi dan roda pemerintahan berada di pundak anda, anda harus berhenti berbicara (kampanye/pencitraan) jalankan tugas dan tanggun jawab sebaik-baiknya, sekuat tenaga, jangan mengeluh apalagi ada kata tidak siap.

Rakyat cukup cerdas dan akan mengawasi serta menagih janji-jani politik anda baik pada saat berkampanye turun ke daerah maupun pada saat debat publik.
Jika dalam kampanye kemarin anda menyalahkan atau mengkritisi dengan pedas pemerintahan yang lalu, sekarang anda akan merasakan bahwa permasalahan yang anda hadapi tidak sesederhana dan semudah yang anda bayangkan sebelum menjabat, sangat kompleks dengan berbagai tantangan dan hambatan serta hantaman arus globalisasi dan MEA.

Pilkada sudah selesai, andalah pemenangnya. Anda akan memasuki kehidupan baru dengan tanggung jawab baru. Ini adalah awal dari perjalanan panjang anda selama 5 tahun kedepan, kuatkan hati anda karena langit tidak selalu cerah dan ombak tidak selalu tenang. Sambil menunggu dilantik segera konsolidasikan tim anda rumuskan program kerja 100 hari pertama, setahun pertama sampai tahun kelima.

Di awal awal masa kepemimpinan jangan pernah sedikitpun berfikir untuk kelanjutan kekuasaan atau pilkada berikutnya, hal tersebut hanya akan membuat anda tidak fokus dalam menjalankan tugas dengan baik, menjadi racun dan membuat anda gagal. Keberhasilan program pembangunan andalah yang nanti akan membuat anda terpilih kembali.

Stabilitas politik pemerintahan merupaan faktor penting keberhasilan pembangunan. Untuk itu penulis menyarankan segera lakukan rekonsiliasi, pihak yang menang harus mengambil inisiatif untuk berkomunikasi dengan semua pihak yang pada saat pilkada kemarin sempat berlawanan.

Dalam teori politik hal ini disebut strategi corto dan stretto, yaitu mengembangkan semangat reformasi, rekonsiliasi dan kerjasama dengan semua lini (Imam Hidajat, 2009). Datang dan temui rival anda seperti yang dilakukan pak Jokowi pada saat menemui pak Prabowo sebelum pelantikan Presiden RI. Hal ini akan semakin menunjukkan kedewasaan anda berdemokrasi dan membuat sejuk suasana politik, serta masyarakat melihat bahwa yang menang dan kalah sama-sama berjiwa besar dan elegan.

Tidak semua rakyat memilih anda dalam pilkada yang lalu. Di daerah pun meski tidak kasat mata tapi konstalasi politik terbelah cukup tajam, pun dengan para aparat pemerintahan yang dengan terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi tidak mendukung anda.

Mungkin sebagian kalangan masih belum bisa menerima kehadiran anda sebagai kepala daerah terutama para pendukung militan pasangan yang kalah. Tapi anda harus tetap berlaku adil. Anda sebagai pemimpin daerah provinsi yang baru wajib mengayomi dan mensejahterakan seluruh rakyat, tanpa terkecuali termasuk kepada rakyat yang tidak memilih anda, itulah etika dan budaya politik yang harus terus dibangun.

Memilih adalah hak sehingga yang tidak memilih anda bukan melakukan suatu kejahatan, sehingga anda tidak perlu memusuhi apalagi membenci buta, karena inilah esensi dari berdemokrasi. Sebaliknya baik rakyat yang tidak memilih anda, maka sekarang harus bersedia untuk dipimpin oleh anda dan memberikan dukungan dan kritikan yang membangun.

Penulis punya slogan, apabila kita tidak bisa menjadi pemimpin yang baik setidaknya kita menjadi anak buah/rakyat yang baik. Setelah berhasil membangun rekonsiliasi segeralah fokus pada program 100 hari petama karena biasanya publik akan menilai anda di titik itu. Anda harus membangun trust/kepercayaan dengan semua awak kapal yang akan berlayar satu perahu dengan anda selama 5 tahun kedepan.

Konsolidasikan jajaran anda, briefing semua SKPD, bupati/walikota, camat sampai kepala desa/lurah apa yang menjadi visi misi serta program-program prioritas yang harus dijalankan lima tahun kedepan.
Terakhir jangan alergi terhadapat kritik, karena kritik dari masyarakat adalah sesuatu yang wajar, justru anda harus menjadikannya sebagai obat dan alat kontrol bagi kinerja anda. Tetaplah fokus pada pekerjaan program-program anda, teruslah bekerja dan bersemangat. Selamat bertugas Gubernur baru Jambi 2016-2021.

*) Penulis adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi.


Penulis: Mochammad Farisi, SH., LL.M*
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments