Rabu, 19 Mei 2021

Ditemukan Harpa Batu di Candi Borobudur


Senin, 01 Februari 2016 | 16:31:51 WIB


Sketsa Candi Borobudur oleh Cornelius ini termuat dalam History of Java karya Raffles.
Sketsa Candi Borobudur oleh Cornelius ini termuat dalam History of Java karya Raffles. / Koleksi British Museum.

SEBELUM disibak Raffles, Candi Borobudur dulunya bukit ilalang. Ada sesuatu yang diambil Raffles dari candi ini...Sir Thomas Stamford Raffles menangis ketika harus angkat kaki dari tanah Jawa.

Apa boleh buat, mau tak mau dia musti patuh pada Konvensi London, 13 Agustus 1814; Inggris mengembalikan Jawa ke Belanda.

Ketika Konvensi London diteken, orang nomor satu di Jawa semasa pulau ini dikuasai Inggris (1811-1816), baru saja menemukan (kembali) Candi Borobudur.

Menyibak Bukit Boro Bodo

Raffles sedang berada di Semarang ketika diberitahu ada "bukit aneh" di dekat Magelang.

Raffles yang juga menjabat Presiden Masyarakat Ilmu dan Budaya Batavia itu lantas mengutus H.C. Cornelius untuk meneliti bukit yang dipenuhi semak belukar tersebut.

Kemudian, dia memberi perintah, "agar bukit ilalang itu dibersihkan, sehingga tampaklah sebuah candi raksasa yang dipenuhi patung Budha…" tulis Syafruddin Azhar dalam pengantar buku The History of Java, karya Raffles.   

Merujuk laporan Cornelius, setidaknya ada 200 orang penduduk desa dipekerjakan untuk membersihkan bukit Borobudur.

Apa mau dikata, belum beres urusannya dengan candi raksasa itu, Raffles, si pendiri Museum Ethnografi Batavia (kini Museum Nasional/Museum Gajah) harus meninggalkan Jawa.

Tapi, pria kelahiran 6 Juli 1781 ini tak pergi dengan tangan kosong.

"Saya yakin tak ada orang yang memiliki informasi mengenai Jawa sebanyak yang saya punya," tulis  Raffles dalam bukunya The History of Java.

Dan memang, buku setembal bantal yang pertama terbit pada 1817 tersebut, kemudian hari dipuja-puji para peneliti dan dijadikan salah satu rujukan utama sejarah Jawa.

Dalam buku itu, Raffles menulis Candi Borobudur dengan kata Boro Bodo.

Di samping menggambarkan bentuk candi, dia juga mengakui menemukan sebuah harpa batu di sana…

Sosok harpa diambil dari Candi Boro Bodo dan dibawa ke Inggris. Berupa batu, panjangnya sekitar 20 inci, dan dikerjakan dengan sangat baik.

Aha…Raffles yang berlinang air mata meninggalkan Jawa, memang tak pergi dengan tangan kosong.


Penulis: wow/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: jpnn.com

TAGS:


comments