Senin, 10 Mei 2021

Inilah Bayi-bayi Mungil yang Lahir Saat Gerhana


Kamis, 10 Maret 2016 | 13:30:23 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI -  Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT), Rabu kemarin, menjadi hari tak terlupakan bagi sebagian besar masyarakat. Apalagi, bagi para ibu-ibu yang melahirkan bayi-bayi mungilnya tepat di momen bersejarah tersebut.

Cukup banyak juga bayi yang lahir saat GMT tersebut disebagian wilayah Indonesia. Dikutip dari berbagai sumber, beberapa yang terangkum diantaranya:

  1. Di Papua, seorang bayi perempuan lahir di RS Bhayangkara Polda Papua, sekitar pukul 09.00 WIT.  Ibu bayi, Hastiana usai melahirkan anak keduanya itu mengaku tidak menyangka kalau anaknya lahir bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari.  “Prediksi dokter awalnya tanggal 7 Maret, namun ternyata Listi lahir hari ini (kemarin),” ucapnya. Meskipun putri keduanya lahir pada momen gerhana matahari, namun Hastiana tidak memberikan nama yang berhubungan atau berkaitan dengan gerhana matahari. “Jauh-jauh hari kami sudah siapkan nama. Listy namanya,” pungkasnya.

  2. Di Manado, tiga bayi laki-laki lahir saat GMT terjadi. Bayi  tersebut lahir sekitar pukul 08.00-10.00 WITA. Regina Mandey, perawat yang membantu persalinan mengatakan, proses kelahiran berjalan lancar. “Bayi dan ibunya dalam keadaan sehat," ujar Regina.Ketiga bayi tersebut bukanlah bayi kembar. Bayi pertama merupakan buah hati pasangan Indri Kakatua dan Slamet Hermanto. Kedua adalah bayi pasangan Indah Dungio dan Rafik Dasmele, warga Kecamatan Wanea, Manado. Sayangnya belum ada nama yang diberikan pada kedua bayi tersebut. Ketiga bayi laki-laki pasangan suami istri asal Wonogiri Jawa Tengah, Joko Wiyanto (33) dan Padwini Wati (34) yang tinggal di Perumahan Griya Sea Lestari Manado, juga melahirkan bayi pada saat GMT kemarin. Bayi itu diberi nama Mustafa Al Ghazali.

  3. Lalu di Sulawesi, seorang bayi berjenis kelamin laki-laki juga lagir saat GMT kemarin. Bahkan bayi ini langsung diberi nama Gerhana. Bayi mungil itu merupakan buah hati pasangan Fajar Pasha dan Suhartina warga Desa Sumpangminangae, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bayi itu lahir normal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru dengan bobot 2,6 kilogram, panjang 47 centimeter.

  4. Di Palopo, bayi perempuan seberat 3.200 gram dengan panjang 50 cm lahir pada saat terjadi fenomena alam, sekira pukul 07.30 Wita, kemarin. Tapi bayi yang lahir melalui operasi caesar ini dan belum diberi nama merupakan buah hati,  pasangan Akral (31) dan Ekawati (31) warga Peda-Peda Jalan Tenriadjeng, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur Kota Palopo, Sulsel.

  5. Kemudian, di Bengkulu, Anak pertama Krisdayanti (19) warga asal Desa Sumber Mulya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, juga lahir GMT, diberi nama Aldino Gerhana Nazril Ilham. Kelahiran anak pertama pasangan suami istri Ibrarim dan Krisdayanti itu berlangsung normal di RSUD Mukomuko, sama sekali tidak direncanakan oleh kedua orangtuanya. Sebab, kelahiran bayi laki-laki yang memiliki berat 3,8 kg itu sudah memasuki bulannya.

  6. Sementara di Jogja, bayi mungil lahir dari pasangan suami istri warga Jambon Tonalan Argosari Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Tepat pukul 06.25 WIB, bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir. Kelahiran bayi itu hampir berdekatan dengan proses gerhana matahari total antara pukul 06.00-08.30 WIB. "Rencana akan kami beri nama Grahono," ucap sang kakek, Toro, Rabu.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments