Jumat, 5 Juni 2020

Radikalisme Bisa Tumbuh Dimana Saja


Rabu, 02 Maret 2016 | 00:43:47 WIB


Para narasumber yang hadir. Terlihat salah seorang narasumber saat memberikan materi.
Para narasumber yang hadir. Terlihat salah seorang narasumber saat memberikan materi. / istimewa

JAMBI – Forum Diskusi Jambi (FDJ) belum lama ini menggelar kegiatan diskusi dan dialog di Kabupaten Batanghari, tepatnya di Aula Gedung Balai Pendidikan Luar Biasa (BPLS) Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Kegiatan tersebut mengambil tema ‘Ancaman Bahaya Paham ISIS di Kabupaten Batanghari’.
 
Prof. Rozali Abdullah, guru besar Fakultas Hukum Universitas Jambi yang hadir sebagai narasumber dalam pemaparannya mengatakan, radikalisme dapat tumbuh dimana saja. Dikatakannya, radikalisme dapat tumbuh di tengah masyarakat, seperti main hakim sendiri, konflik horizontal, kerusuhan, teror, dan lainnya.
 
Rozali menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab tumbuhnya paham radikal di tengah masyarakat, seperti kemiskinan, fanatik dalam beragama, serta penyebab lainnya. Maka dari itu, lanjut Rozali, agar paham radikal tidak mudah berkembang perlu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan keadilan sosial.
 
“Kemudian menciptakan hukum yang lebih memihak kepada kepentingan rakyat banyak, menciptakan aparat penegak hukum yang tegas dan tidak diskriminatif, serta toleransi antar umat beragama,” ujarnya.
 
Narasumber lainnya, M. Syadli, yang merupakan Dosen STAI Muara Bulian, mengatakan fenomena munculnya gerakan radikal salah satunya disebabkan dangkalnya pemahaman terhadap agama. Maka dari itu, kata Syadli, upaya yang tepat untuk menangkal munculnya paham radikal adalah dengan merevitalisasi pendidikan agama dan akhlak di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
 
“Pendidikan dan pelajaran agama yang dijalankan saat ini hanya bersifat formalitas, materi, dan tidak mendorong pembentukan moral serta karakter siswa. Selain itu, alokasi jam pelajaran agama dan akhlak ditingkatkan dari sisi kuantitas dan kualitasnya,” kata Syadli.
 
“Selain itu, materi pelajaran non-agama atau umum seharusnya juga diarahkan pada penguatan akhlak dan karakter siswa, sehingga tidak terlepas dari esensi pendidikan sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945 dan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas,” tandasnya.
 
Sementara itu narasumber lainnya, Muhammad Rifai kadir, yang merupakan Ketua Forum Kajian Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik Kemasyarakatan, mengatakan munculnya kelompok-kelompok radikal akibat perkembangan sosio-politik yang membuat termarginalisasi dan selanjutnya mengalami kekecewaan.
 
Namun Rifai mengatakan, terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat dalam menyikapi tindakan radikalisme, dimana mereka berasumsi bahwa tindakan radikal hanya dilakukan oleh orang yang fanatik dan beragama. “Sebagian pihak memanfaat isu radikalisme untuk menghambat laju perjalanan dakwah sunnah dan menyebarkan informasi yang menyesatkan di media massa bahwa radikalisme disebabkan oleh kefanatikan terhadap ajaran Islam,” tandasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments