Jumat, 27 November 2020

Dalam Seminggu, Tarmizi Bisa Edarkan 1 Kg Sabu


Senin, 21 Maret 2016 | 21:39:30 WIB


Enam orang sindikat peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil ditangkap BNNP Jambi.
Enam orang sindikat peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil ditangkap BNNP Jambi. / Ardiansyah

JAMBI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, Senin (21/3), menangkap enam orang sindikat pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Penangkapan dilakukan di Desa Seberang Jaya, Kelurahan Pulau Kampung, Kabupaten Bungo.

Salah seorang pelaku yang ditangkap adalah Tarmizi alias Adi alias Adun (44), asal Biruen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sementara itu lima orang lainnya adalah Joharta alias Jujuk (35), Suherman alias Eman (40), Faisal (19), Sumarni (35), dan Ratna Ambara (27), yang masih memiliki hubungan keluarga.

Kabid Pemberantasan BNNP Jambi, AKBP Marlian Ansori, mengatakan untuk satu kali pengiriman, Tarmizi bisa menyuplai 2 kg sabu. Selain di Jambi, Marlian mengatakan Tarmizi juga memasok sabu ke sejumlah daerah lainnya di Sumatera.

“Saat penangkapan kita mendapatkan barang bukti sebanyak 20 gram sabu, sisa dari 2,5 kg. Sejumlah uang yang diduga hasil penjualan juga kita amankan,” kata Marlian.

Sementara itu Tarmizi, saat ditanyai wartawan mengaku baru dua bulan berada di Jambi, dan sudah empat kali menyuplai barang haram tersebut. Disebutkannya, 2 kg sabu dibelinya dari Aceh seharga Rp 75 juta, kemudian dijual lagi di Jambi.

“Dalam satu minggu bisa laku (terjual, red) satu kilo sabu," kata Tarmizi saat ditemui di kantor BNNP Jambi.

Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut para tersangka kini diamankan di BNNP Provinsi Jambi. Keenam tersangka tersebut dikenakan pasal 112 dan 114 KUHP UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara.


Penulis: Ardiansyah
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments