Kamis, 2 April 2020

Cegah Paham Radikal, Para Tokoh Harus Bersatu


Minggu, 27 Maret 2016 | 00:15:25 WIB


Narasumber saat memberikan pemaparan mengenai radikalisme.
Narasumber saat memberikan pemaparan mengenai radikalisme. / istimewa

JAMBI - Dalam rangka mencegah semakin berkembangnya paham radikal atau radikalisme, dibutuhkan sinergi antara tokoh masyarakat, pemuda, serta tokoh agama, untuk melawan dan menjadikan paham radikal sebagai musuh bersama. 

Ini terungkap dalam acara diskusi dan dialog yang berlangsung Sabtu (26/3), dengan tema 'Peran Aktif Tokoh Ulama, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Radikalisme'. Kegiatan ini diikuti peserta dari organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa. 

Dosen IAIN Sultan Taha Saifudin (STS) Jambi, Bahren Nurdin, yang hadir sebagai narasumber memaparkan, jihad dalam Islam sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kelompok radikal sekarang ini. 

"Jihad tidak sama dengan jahat. Jihad tidak selalu konotasinya perang, kebencian, pembantaian, bom bunuh diri, dan sebagainya," kata Bahren.

"Maka dari itu, generasi muda harus mengembangkan pengetahuannya agar tidak muda terbuai oleh bujuk rayu kelompok radikal yang menjanjikan surga," tandasnya. 

Sementara itu guru besar Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja), Prof. Rozali Abdullah, mengatakan peran semua tokok, baik agama, pemuda, dan lainnya, sangat diperlukan untuk menangkal tumbuh kembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

"Semua tokoh harus bersatu, menolak berkembang dan masuknya paham radikal di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda," paparnya.

Adapuun Harmanto Harun, narasumber dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, mengatakan mencegah radikalisme dapat dimulai dengan merubah perspektif masyarakat. Dalam hal ini, kata Harmanto, peran semua pihak sangat diperlukan. 

"Masyarakat harus diberikan pemahaman yang benar mengenai radikalisme. Karena di dalam Alquran, tidak ada perintah untuk melakukan teror," tandasnya. 


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments