Sabtu, 25 Januari 2020

Bandar Narkoba Pulau Pandan Dituntut 18 Tahun Penjara


Rabu, 30 Maret 2016 | 16:07:45 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Hardinata alias Nata, terdakwa kasus dugaan kepemilikan bisnis narkoba di Pulau Pandan, Kota Jambi, dituntut 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (29/3) kemarin.

Menurut jaksa, Nata terbukti melakukan tindak pidana sesuai dakwaan pasal 114 jo pasal 132 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selain pidana penjara, Nata juga juga dituntut pidana denda sebesar Rp 1,5 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman 6 bulan kurungan.

Atas tuntutan jaksa tersebut, Nata melalui penasehat hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis pada persidangan selanjutnya yang akan digelar pekan depan.

Adik ipar Nata, Andre Wahyudi alias Ale, kemarin juga menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa. Berbeda dengan Nata, Ale dituntut jaksa dengan hukuman 12 tahun penjara.

Usai pembacaan tuntutan dan mendengarkan tanggapan terdakwa, sidang dilanjutkan dengan pembacaan vonis majelis hakim. Oleh majelis hakim PN Jambi yang doketuai Tajudin, Ale divonis lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni 15 tahun penjara.

Menurut majelis hakim, Ale terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum menerima narkotika golongan satu dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram."Menjatuhkan pindana terhadap terdakwa selama 15 tahun kurungan, denda Rp 1,5 miliar subsidaer 1 tahun penjara," ucap Tajudin.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments