Selasa, 18 Februari 2020

Urgensi Perda P4GN


Kamis, 21 April 2016 | 16:05:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

Di lingkungan masyarakat, narkoba telah merambah ke lingkungan-lingkungan keluarga dan di lingkungan permukiman yang memicu terciptanya kawasan-kawasan merah rawan narkoba, yang akhir-akhir ini marak di seluruh ibukota provinsi di Indonesia, contoh daerah Pulau Pandan di Jambi.

Salah satu indikasi lingkungan masyarakat yang rawan narkoba adalah, memudarnya sistem pengawasan dan pengendalian masyarakat akan pelaksanaan norma dan nilai-nilai luhur yangmenjadi indikator ketertiban bersama. Faktor lain dari kerawanan narkoba adalah adanya ketidakberdayaan masyarakat secara sosial dan ekonomi akibat kemiskinan dan pengangguran. Keduanya merupakan lingkaran setan yang tidak pernah ada habisnya kecuali diputus dengan upaya yang sungguh-sungguh dengan konsep pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Kerawan peredaran gelap narkoba juga terjadi pada kota/kabupaten yang penduduknya majemuk dan multikultural dengan tingkat urbanisasi yang tinggi, banyaknya pengangguran dan kemiskinan yang tinggi serta banyak tempat-tempat hiburan.  Tingginya mobilitas jasa transportasi tanpa pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah juga menjadikan banyak penyeludupan narkoba melalui travel, terminal, cargo dan jasa pengiriman paket.

Sementara itu keberadaan hunian dengan tingkat interaksi rendah dengan masyarakat seperti kos-kosan, rumah bedeng, rumah kontrakan, apartemen, rumah susun dll menjadikan tempat-tempat tersebut menjadi sarang produksi narkoba.

Selama ini, upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) telah dilakukan oleh BNN berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan juga melibatkan aparat-aparat lain yang terkait seperti Kepolisian, TNI, Bea dan Cukai, dll,

Namun faktanya, angka penyalahgunaan dan peredaran gelap masih terus meningkat setiap tahun. Ini membuktikan bahwa tidak cukup mengandalkan aparat penegak hukum untuk melakukan upaya P4GN tersebut.

Penulis: Penulis adalah Dosen Fisipol Unja
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments