Sabtu, 11 Juli 2020

Salut! Bocah 8 Tahun Ini Mau Ikut Unas


Selasa, 19 April 2016 | 10:47:37 WIB


Pato Sayyaf, bocah usia 8 tahun dengan kemampuan IQ 136
Pato Sayyaf, bocah usia 8 tahun dengan kemampuan IQ 136 / Istimewa

SIDOARJO – Pato Sayyaf begitu berharap bisa mengikuti ujian nasional (unas) SD. Padahal dia adalah bocah yang baru berusia 8 tahun. Tapi dia adalah anak istimewa lantaran memiliki IQ 136.

Meski baru berusia 8 tahun, Pato Sayyaf sangat berharap bisa mengikuti ujian nasional (unas) SD. Kemampuan akademik dengan IQ yang mencapai 136 menjadi modal siswa akselerasi mewujudkan keinginannya tersebut.

Hingga Kemarin (18/4) , nama Pato belum terverifikasi sebagai peserta unas. Padahal, hari ini batas terakhir proses verifikasi.

Wahyu Nur Andari, ibu Pato, kini harap-harap cemas. Dia berharap ada keajaiban agar anaknya lolos verifikasi unas di menit akhir. ’’Semoga ada mukjizat dari Allah,’’ kata istri Djoko Irianto itu.

Pato Sayyaf adalah siswa SD Multilingual Anak Saleh di Kecamatan Waru. Kendati usianya masih 8 tahun, Pato tercatat sebagai siswa kelas VI lantaran mengikuti program akselerasi.

kini dia terancam tidak bisa mengikuti unas karena sekolahnya belum mengantongi izin resmi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo.

Dalam konfirmasi sebelumnya, Kepala Bidang TK/SD Dispendik Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, rapor yang dikeluarkan SD Multilingual Anak Saleh memiliki banyak kerancuan.

Karena dianggap bermasalah, sekolah tersebut tidak punya nomor pokok nasional sebagai nomor kelembagaan pendidikan nasional.

Dengan begitu, SD Multilingual Anak Saleh tidak bisa mengikuti akreditasi. Padahal, syarat menjadi penyelenggara unas harus terakreditasi.

Semua persyaratan peserta unas berupa laporan penilaian memang sudah ditunjukkan kepada dispendik pada Januari lalu.

Namun, di dalam rapor tersebut, semester I kelas IV diterbitkan pada 22 Desember 2014. Sedangkan rapor semester I kelas V diterbitkan pada 20 Desember 2014. Karena itu, dispendik belum bisa mendaftarkan Pato pada unas tahun ini.


Penulis: (sal/c19/oni)
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments