Jumat, 4 Desember 2020

Tak Ada Mobil, Jenazah Diantar Naik Ojek


Rabu, 18 Mei 2016 | 10:01:43 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

PAREPARE - Miris. Jenazah Syamsu Alam alias La Pele (25) yang meninggal di Puskesmas Madising na Mario, Parepare, Sulawesi Selatan, harus dibawa menggunakan motor ojek, Selasa (17/5) kemarin.

Awalnya, Syamsu Alam dilarikan ke puskesmas itu karena tiba-tiba jatuh pingsan di rumahnya. Dia dibawa menggunakan ojek oleh keluarganya sekira pukul 00.30 wita. Nahas, setengah jam kemudian, pria itu menghembuskan napas terakhirnya. Keluarga pun bermaksud menggunakan ambulans untuk membawa pulang jenazah Syamsu, namun ditolak oleh puskesmas.

"Kami lalu telepon 112, lelaki yang menjawab telepon kami bilang bahwa ambulans hanya untuk pasien, bukan jenazah. Kami tidak tau lagi mau dapat mobil dari mana dini hari begitu," kata Ketua RW 05 Mattirosompe Bacukiki Barat, Muslimin, yang mewakili keluarga.

Setelah satu jam menunggu tanpa solusi, akhirnya keluarga Syamsu yang termasuk kurang mampu itu menyewa ojek. Ayah almarhum, Onding mengangkat jenazah Syamsu dengan dibonceng ojek empat orang, masing-masing tukang ojek, Onding yang mengangkat jenazah, serta seorang kerabat yang menahan punggung Onding di belakang. Jenazah Syamsu sendiri telah dimakamkan setelah salat zuhur, Selasa 17 Mei di Pekuburan Labujung Parepare.

"Kami mengerti ji aturan ambulans tidak boleh angkut jenazah, karena itu kami cari mobil lain. Andaikan ada (mobil) biar kami patungan bayar. Miris sekali kondisinya kasian, apalagi anak ini penyabar dan jadi tulang punggung keluarga," sesal Muslimin.   

Kadis Kesehatan Parepare Dr Yamin menyebut berdasar informasi di lapangan, setelah pihak puskesmas mengetahui keluarga almarhum tidak bisa mendapatkan mobil, petugas telah berkoordinasi dengan operator Call Center 112. Ambulans jenazah sementara disiapkan namun pihak keluarga ingin segera membawa pulang jenazah tersebut.

"Walau bagaimanapun pasti ada waktu tunggu, beberapa menit hingga ambulans jenazah tiba kan tidak jadi masalah. Apalagi kejadiannya jam 1 malam," kata Yamin saat ditemui FAJAR di ruang kerjanya, kemarin.

Yamin menambahkan, pihaknya menyiapkan dua unit ambulans khusus jenazah, selain ambulans reguler. Dua unit tersebut standby 24 jam di markas Call Center 112 di Basement Mesjid Agung Parepare. "Kami punya dua unit khusus jenazah, dan itu gratis diperuntukkan bagi warga," tegas Dr Yamin.


Penulis: (ris/fajar/jpnn)
Editor:
Sumber: jpnn.com

TAGS:


comments