Kamis, 22 Oktober 2020

Ngeri, Penjaga Sekolah Lempar Bom Molotov ke Bocah SD


Rabu, 15 Juni 2016 | 11:34:25 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

ENAM siswa SD Bengkong Indah, Batam, Kepulauan Riau terpaksa dilarikan ke rumah sakit Budi Kemuliaan, dini hari kemarin. Mereka mengalami luka bakar serius usai terkena bom molotov. Selidik punya selidik, keenamnya dilempari dengan bom molotov saat nongkrong di dekat SDN 002 Bengkong Indah oleh penjaga sekolah setempat.

Mereka adalah Dian Syafrizal, penjaga sekolah SDN 002 Bengkong Indah. Enam anak itu adalah M. Erosyach, 14; Abdul Fiqih, 12; M. Rizky, 14; Azwar, 14; Doni Syahputra, 13; dan Rivat, 13.

Gara-garanya sepele, menilai anak-anak tersebut membuat gaduh saat tengah malam. ''Mereka sedang nongkrong, cerita-cerita sebelum sahur. Tiba-tiba mereka berteriak karena kaki mereka terbakar,'' ujar Ari, warga sekitar dikutip dari jawapos.com.  

Dia menyatakan, sebelum melempar bom, Dian beserta istrinya menegur anak-anak itu. Namun, kelompok tersebut hanya bergeser tak jauh dari rumah pelaku. ''Saat itu dia (Dian, Red) emosi dan melempar bom molotov ke jalan. Bom mengenai anak-anak itu,'' tuturnya.

Sementara itu, Risma, salah seorang kerabat korban, mengaku kesal dengan tindakan pelaku. Menurut dia, pelaku telah membahayakan nyawa anak-anak tersebut.

'Kalau memang mereka bersalah, usir jauh-jauh. Untung, bomnya jatuh ke jalan. Kalau kena badan anak itu kan bahaya,'' ujarnya.

Di sisi lain, anak-anak tersebut mengaku mengelilingi kawasan Bengkong Indah untuk membangunkan warga yang hendak sahur. Sekolah mereka sedang diliburkan.

''Setelah Tarawih, mereka (anak-anak, Red) pamit untuk duduk di rumah teman. Mereka hendak membangunkan warga untuk sahur. Jadi, tidak ada yang salah dengan mereka,'' lanjut Risma.

Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto menyebutkan, pihaknya sudah meringkus pelaku. Pelaku mengaku nekat melayangkan bom tersebut karena emosional. ''Motifnya emosi. Anak-anak itu terlalu berisik. Pelaku akan tetap kami proses,'' ucapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan pecahan kaca dan korek api. Hendrianto menuturkan, pelaku dikenai pasal 80 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.''Warga hendaknya saling menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing,'' ujarnya.


Penulis: (opi/mam/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments