Senin, 1 Juni 2020

Urgensi Perda P4GN


Kamis, 21 April 2016 | 16:05:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

PERMASALAHAN penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropoka dan bahan adiktif lainnya (narkoba) baik ditingkat global, regional, maupun nasional, sejak lama telah menjadi kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes) yang terus mengancam dan merusak sendi-sendi kehidupan manusia dan bangsa.

Berdadarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), penyalahgunaan narkoba trennya semakin hari semakin meningkat. Hal ini dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronik, yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat BNN maupun pihak kepolisian, merata hampir di semua daerah di Indonesia.

Meluasnya penyalahgunan sekaligus korban tindak pidana narkotika ini telah merambah ke semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, orang tua, baik yang berpendidikan maupun orang yang tidak berpendidikan serta dari berbagai jenis profesi.

Yang lebih mengkhawatirkan, ancaman bahaya narkoba juga telah merambah kalangan generasi muda di lingkungan pendidikan mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi baik negeri, swasta dan pendidikan agama. Sementara itu di lingkungan kerja, ancaman narkoba tidak kalah berbahayanya, terutama lingkungan pekerjaan di bidang transportasi, hiburan malam, dan penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim, pegawai lapas, dan lainnya.

Pekerja yang bertempat tinggal tidak bersama dengan keluarga, terutama di rumah kos lebih rentan menjadi penyalahguna. Para pekerja ini karena kebutuhan dan telah memilik penghasilan maka penyalahgunaan narkoba cenderung lebih besar kuantitas maupun kualitasnya.


Penulis: Penulis adalah Dosen Fisipol Unja
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments