Rabu, 23 September 2020

Unik, Pohon di Bogor Wajib Memiliki KTP


Rabu, 10 Agustus 2016 | 10:29:06 WIB


Walikota Bogor Bima Arya menunujukan pohon ber-KTP
Walikota Bogor Bima Arya menunujukan pohon ber-KTP / Radar Bogor/JawaPos.com

POHON yang ada di Kota Bogor, Jawa Barat memiliki perlakukan tersendiri. Pohon di sana memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikeluarkan seperti halnya warga sebagai tanda pengenal atau identitas diri.

Hal itu setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan melaksanakan pemeriksaan “kesehatan” bagi pohon-pohon yang tersebar di Kota Bogor, kemarin (9/8), dikutip dari Jawapos.com.

Dengan pemeriksaan ini, nantinya pohon-pohon yang ada akan memiliki KTP. Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, pengecekan kesehatan pohon dilakukan dengan menggunakan alat Sonic Tomograph, lewat pengecekan pohon ini akan terlihat kondisi dalamnya, apakah sehat atau tidak.     

”Usai diperiksa nantinya pohon-pohon tersebut akan terlihat kondisinya. Jika sehat akan diberi KTP yang berisi data terkait pohon tersebut,” uajr Bima ketika mendampingi Tim Peneliti Balitbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat melakukan pengecekan salah satu pohon di Jalan Juanda.

Namun jangan samakan KTP pohon dengan KTP pada umumnya. KTP pohon ini berbentuk seperti plat dengan nomor yang berbeda-beda di setiap pohon. Kode plat inilah nantinya yang akan berfungsi untuk memantau kondisi setiap pohon melalui komputer.

Setiap kode plat yang ditempel akan diikuti dengan kartu berwarna, mulai dari hijau, kuning hingga merah. Setiap warna memiliki artinya masing-masing untuk setiap pohon.

Merah artinya pohon dalam kondisi berbahaya, sudah keropos dan harus segera dipangkas. Sementara kuning artinya pohon sedang sakit dan harus dilakukan perawatan sedangkan hijau menandakan pohon sehat dan aman.

“Kartu ini juga berfungsi sebagai tanda peringatan bagi setiap masyarakat yang melintas dekat pohon tersebut,” beber Bima.

KTP-nisasi pohon kata Bima, dilakukan untuk mengantisipasi atau menyadarkan masyarakat akan darurat bencana yang disebabkan pohon tumbang. Sekaligus untuk meregenerasi pohon, antara perlu dilakukan perawatan atau dipotong dan diganti dengan pohon yang lain.

“KTP-nisasi dilakukan bertahap. Dalam tahap pertama ini ada 300 pohon yang di KTP-nisasi. Sementara di Kota Bogor sendiri, setidaknya ada 500 pohon yang terhitung rawan,” beber Suami Yane Ardian tersebut.


Penulis: (wil/pkl7/yuz/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments