Selasa, 25 Februari 2020

Tak Lagi Repot Cari Tempat Parkir


Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:52:28 WIB


 MUDAH: Tommy Tanaya (kiri) bersama dosen pembimbing, Setya Ardhi, menunjukkan cara kerja aplikasi pencarian tempat parkir.
MUDAH: Tommy Tanaya (kiri) bersama dosen pembimbing, Setya Ardhi, menunjukkan cara kerja aplikasi pencarian tempat parkir. / Dipta Wahyu Pratomo/Jawa Pos/JawaPos.com

Pernah kesulitan mencari tempat parkir, tapi setiba di lantai teratas ternyata tempat parkir sudah penuh? Situasi itu kerap membikin badmood.

Tidak terkecuali Tommy Tanaya. Nah, dari pengalaman pribadinya tersebut, dia lantas berpikir untuk membuat aplikasi yang mempermudah pencarian tempat parkir. Terutama di tempat parkir bertingkat.

Dengan aplikasi rancangan mahasiswa jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Surabaya (STTS) itu, pencari parkir dapat memantau kondisi tempat parkir yang dituju.

Mereka bisa mengetahuinya dari jarak jauh, bahkan sebelum menuju ke lokasi parkir. Caranya pun mudah. Tommy menjelaskan, aplikasi tersebut menggunakan web browser yang mudah diakses handphone.

’’Jadi, dari mana saja kita bisa pantau, tempat parkir di sini sudah penuh apa belum,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.com.

Aplikasi milik Tommy itu dapat menampilkan jumlah space lahan parkir, baik yang kosong maupun terisi. Bukan hanya itu, pengguna bisa mengetahui lokasi parkir yang kosong secara jelas.

’’Jadi, lebih mudah. Oh yang kosong di lantai 3, jadi kita bisa langsung ke lantai 3,” tutur pria 23 tahun tersebut.

Pilihan dalam aplikasi itulah yang membedakannya dengan sistem parkir bertingkat yang selama ini kerap dijumpai.

’’Mal-mal biasanya hanya menunjukkan jumlah lahan parkir yang terisi dan kosong. Tidak memperlihatkan lokasinya secara tepat,” jelas Tommy.

Selain itu, dia menambahkan pilihan lain dalam aplikasinya. Pengguna dapat mendeteksi banjir dan kebakaran di lokasi parkir.

Dia menyebutkan, aplikasi tersebut dapat digunakan dengan fleksibel di lokasi parkir mana pun.

’’Disesuaikan saja. Buat mapping-nya, lalu di-input ke aplikasi ini,” kata pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1993, itu.

Cara kerjanya, lanjut dia, sensor dalam microcontroller di lokasi parkir terhubung dengan router yang berfungsi mengirimkan sinyal. Nah, sinyal itulah yang ditangkap saat aplikasi diaktifkan.

Kemampuan router tersebut dapat terus diperbarui. Dengan begitu, sinyal yang dikirimkan semakin akurat dan jelas. Pengguna pun dapat mengakses dari lokasi mana pun.

Tommy membutuhkan waktu tiga bulan untuk merancang aplikasi itu. Menurut dia, tidak ada kendala yang berarti saat pembuatan. Hanya, aplikasi tersebut mengandalkan sinyal.

Saat sinyal jelek, kecepatan akses dapat terganggu. Namun, hal itu dapat ditangani dengan pembaruan kemampuan router. Dia berharap aplikasi tersebut berguna bagi masyarakat luas.


Penulis: (bri/c5/fal/sep/JPG)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments