Jumat, 20 September 2019

Meredam Krisis dengan Simpati dan Empati


Jumat, 01 Juli 2016 | 11:47:12 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

DEFINISI SIMPATI
1.    Rasa kasih, rasa setuju kepada, rasa suka; sebagai contoh.
-  Banyak negara bersimpati  kepada perjuangan bangsa itu.
-  Masyarakat desa itu bersimpati atas penyakit yang diderita oleh bapak A.
2.    Keikutsertaan  merasakan perasaan (senang maupun susah dsb) orang lain; Rakyat yang menderita akibat bencana alam itu mendapat simpati dari berbagai kalangan.

Bersimpati artinya
1.    Menaruh Kasih (kepada), Suka (akan). Contoh;  pada pemilihan umum itu banyak juga rakyat yang bersimpati kepada kelompoknya.
2.    Ikut serta merasakan perasaan orang lain. Sebagai Contoh;  Banyak orang yang bersimpati atas kemenangan timnya.

DEFINISI EMPATI
Kata EMPATI berasal dari bahasa Yunani yang berarti “Ketertarikan fisik” yang di definisikan sebagai respon efektif dan kognitif yang komplek pada distres orang lain. Merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah dengan mengambil persfektif orang lain.
Dalam bahasa Inggris “EMPAHATY ditemukan pada tahun 1909 oleh E.B TRICHENER sebagai usaha dari menerjemahkan kata bahasa Jerman yang berarti ”EINFUHLUNGSVER MOGEN”. Fenomena baru yang di explorasikan oleh theodore lipos pada akhir abad 19, setelah itu diterjemahkan kembali dalam bahasa Jerman sebagai “EMPATHIE”.

Dimana Empati adalah berarti Kemampuan. Dengan berbagai definisi yang berbeda dan mencakup spektrum luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang lain.
Terjemahan sederhananya, BEREMPATI adalah :
1.    Merasakan apa yang di rasakan oleh orang lain.
2.    Menempatkan kita pada posisi orang lain
3.    Berpikir berdasarkan persfektif (sudut pandang) orang lain.

Berempati artinya melakukan (mempunyai) empati. Apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu (empati). Dan kemudian berbuat sesuatu untuk keluar dari permasalahan yang di hadapi sesuai keinginan orang lain.
Dengan kata lain :
EMPATI  = Menyatukan Rasa dengan Objek (Tindakan). Dimana anatara kata dan rasa sesuai dengan perbuatan nyata.
SIMPATI  = Seringkali orang yang bersimpati masih ada jarak antara Rasa dengan Tindakan (obyek). simpati hanya berupa Retorika dan belum teraplikasikan dengan baik, berupa tindakan.

Dalam bahasa sehari-hari Empati diartikan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan melakukan tindakan nyata dalam bentuk pertolongan baik berupa moril maupun materil yg berupa ide dan pemikiran untuk turut serta dalam menyelesaikan permasalah orang lain.
Hikmah bulan suci ramadhan ini adalah contoh nyata bagaimana kita seharusnya berempati kepada apa yang dirasakan oleh orang lain. Dalam hal ini dengan kita merasakan lapar sebagaimana orang yang tidak punya uang untuk membeli makanan yang harus dimakan.
Krisis-krisis yang bisa di redakan oleh empati dan simpati diantaranya adalah :

1.    Krisis moral, akhlak dan kepercayaan.
Dengan bersimpati dan berempati, degredasi moral dan kemerosotan akhlak budi pekerti manusia bisa dirobah. Yaitu dengan mengajarkan serta membina akhlak mulia yang dimulai sejak usia dini misalnya. Didalam kehidupan bermasyarakat caranya bisa juga dengan memberi contoh dan suri teladan dalam berpikir, bertutur dan bertindak dalam perbuatan nyata. Menyatukan perkataan dan perbuatan nyata dengan harapan dapat menumbuhkan kepercayaan satu dengan yang lainnya.
 
2.    Krisis Ekonomi, Pangan dan Energi.
Dengan bersimpati dan berempati ini juga dapat meredam krisis ekonomi. Secara simple krisis ini bisa diredam dengan bertukar informasi dan tolong menolong dalam bisnis. Baik dibidang permodalan maupun pemasaran serta managerial.

Sebagian orang yang punya modal yang cukup berwirausaha tidak memiliki ide bisnis yang cocok dengannya. Dan tidak sedikit pula hal sebaliknya, banyak yang punya ide dan pemikiran bisnis tidak memiliki modal untuk menjalankan bisnis bahkan untuk mengakses perbankan saja mereka tidak punya. Denagan adanya simpati dan empati ini antara pemilik modal dan pemilik ide dapat saling membantu. Dan selanjutnya dengan adanya kerjasama dari hasil rasa empati tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru dan juga meningkatkan pendapatan seseorang atau kelompok. Dan sudah barang tentu usaha tersebut dapat  mengurangi pengangguran baik secara nasional maupun regional.

3.    Krisis Sosial,
Krisis sosial itu biasanya tumbuh dari rasa cemburu sosisal yang tinggi antar warga masyarakat. Merasakan diperlakukan tidak adil oleh penguasa atau kelompok lain pada suatu keadaan dan biasanya sudah berlangsung lama dan terus menerus. Tindakan nyata yang dapat dilakukan dalam meredam krisis sosial yaitu misalnya saling tolong menolong dalam penanggulangan musibah Bencana Alam. Dimana pada kondisi bencana alam dapat dilihat secara nyata bagaimana rasa simpati dan empati seseorang diwujudkan. Karena pada kondisi ini sebagian besar penduduk di sekitar lokasi kejadian tersebut mengalami penderitaan baik secara fisik maupun mental. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan orang lain untuk membantu mereka untuk keluar dari penderitaannya.

4.    Krisis Keamanan (tingginya tingkat kriminalitas).
Pada kondisi ini rasa simpati dan empati dapat kita wujudkan dalam bentuk saling peduli dengan kondisi sekeliling kita. Bukan malah bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan sekeliling atau keadaan orang lain. Misalnya menaruh curiga terhadap seseorang atau tamu tetangga yang celingak-celinguk terhadap suasana sekeliling rumah, serta hal atau sikapnya menunjukkan hal-hal yang aneh dan patut dicurigai.


YAKINLAH,  DENGAN SALING BERSIMPATI dan BEREMPATI HIDUP KITA AKAN DAMAI, TENTRAM dan SEJAHTERA.
Negara korsel bisa cepat keluar dari krisis di tahun 1998 karena gerakan Empati nasionalnya. Bagaimana dengan negara kita, Indonesia, diharapkan ada gerakan secara nasional seperti korsel.

Demikianlah tulisan singkat ini dibuat dengan harapan dapat bermanfaat dalam pergaulan kita sehari-hari. Terimaksih.
NB : Saat ini penulis sedang mencari format yang cocok dan tepat untuk membuat suatu gerakan secara nasional dengan harapan dapat membantu pemerintah dalam meredam gejolak-gejolak sosial yang ada di tengah masyarakat. Termasuk menerima masukan yang akan digunakan sebagai tindakan positif lebih lanjut, dengan menghubungi E-mail : [email protected] 


Penulis: Pariantoni
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments