Sabtu, 20 Oktober 2018

Ketika SPG Cantik Tawarkan Sapi di Mal Hewan Kurban


Sabtu, 03 September 2016 | 11:28:54 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/jpnn

CARA menjual hewan kurban yang satu ini berbeda. Namanya Mal Hewan Kurban. Si pemilik H. Doni memilih tempat ber-AC sebagai outlet penjualan. Menarikanya, dia menggaet SPG (sales promotion girls) cantik untuk memasarkannya.

Berlokasi di Jalan Akses Universitas Indinesia (UI), Kelapa Dua, Depok, terdapat empat SPG yang siap melayani calon pembeli. Ditunjang sebuah tablet dan dandanan ala koboi, para SPG siap memberikan penjelasan tentang sapi yang dijual.

Doni menerangkan, tempat tersebut memang aslinya showroom mobil. Tetapi, menjelang Hari Raya Idul Adha, tempat itu berubah fungsi jadi Mal Hewan Kurban (MHK).

Konsep SPG ala koboi, terangnya, supaya pelanggan tidak jenuh saat melakukan proses pembelian. "Karena setiap pembeli biasanya menghabiskan waktu satu hingga dua jam," beber Doni.

Doni sudah menggeluti bisnis tahunan tersebut sejak 2006. Untuk sapi dia ternak sendiri di luar Depok. "Kami punya peternakan di Lampung, NTB, hingga Probolinggo," tuturnya kepada Jawa Pos.

Setiap tahun, di tempat pinggir jalan berukuran sekitar 40x30 tersebut terdapat ribuan sapi yang dijual dalam momen Rari Raya Idul Adha. Khusus yang dipajang di showroom jumlahnya sekitar 500 ekor. Sisanya ditempatkan di salah satu depo terbesar di kawasan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Bogor, Jabar.

Doni berharap konsep jualannya tidak mengecewakan pelanggan. Tidak hanya itu, sapi yang dijualnya juga diasuransikan. Jika ada yang cacat atau meninggal, sapi yang terlanjur dibeli bisa diganti. "Pembeli tidak perlu khawatir jika sapi yang dibeli dari lapak MHK sakit atau mati," ucapnya.

Doni menerangkan, kebanyakan pembeli minta diantarkan pada H-3. Selama itu, sapi akan dirawat dan dipelihara di showroom. Dia juga menyebutkan, Sapi yang banyak dicari pelanggan saat ini disebut Doni adalah kelas middle yang dijual dengan harga Rp 14-17 Juta.
"Untuk besaran sekitar 230 kg," terangnya.

Sementara itu, salah seorang SPG Indri selyani mengungkapkan tidak malu berdekatan dengan sapi setiap hari. Bagi alumnus Universitas Budi Luhur tersebut, yang terpenting uang yang didapatnya halal.

Bukan hanya melayani pembeli, Indri juga cukup paham dengan kondisi sapi yang sehat atau tidak. "Biasanya Sapi yang sehat itu idungnya berlendir dan lebih aktif," ungkap perempuan 22 tahun itu sambil membuka tablet yang digenggamnya.


Penulis: (raf/JPG)
Editor:
Sumber: Jawapos.com

TAGS:


comments