Rabu, 12 Agustus 2020

Kemenhub Larang Penggunaan Galaxy Note 7 di Pesawat


Rabu, 14 September 2016 | 13:54:18 WIB


RUSAK: Ariel Gonzales menunjukkan Galaxy Note 7 miliknya yang terbakar.
RUSAK: Ariel Gonzales menunjukkan Galaxy Note 7 miliknya yang terbakar. / YOUTUBE ARIEL GONZALES

Meledaknya baterai ponsel Samsung Galaxy Note 7 saat diisi ulang berbuntut panjang. Meski Samsung global sudah menginstruksikan penarikan ponsel dan belum memberikan ganti baru, dunia penerbangan masih was-was. Pemilik dilarang membawa ponsel itu dalam keadaan menyala di pesawat termasuk dalam airplane mode.

Larangan itu, termasuk untuk mengisi ulang baterai ponsel di dalam pesawat menggunakan sarana apapun. Seperti power bank, atau soket listrik yang disediakan oleh beberapa maskapai. Jadi, supaya tidak ada masalah, pemilik Samsung Galaxy Note 7 harus benar-benar mematikan ponselnya selama penerbangan berlangsung.

Beberapa maskapai Indonesia secara resmi mengeluarkan larangan itu kemarin. Garuda Indonesia misalnya, mengambil keputusan atas dasar imbauan yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA) pada 8 September 2016. Himbauan muncul atas proses recall seluruh produk ponsel premium itu.

Nah, Kementerian Perhubungan pun juga langsung merespon imbauan yang dikeluarkan FAA tersebut.

Dalam surat edaran No: SE.18 Tahun 2016 tentang baterai lithium, power bank dan smartphone Samsung Galaxy Note 7 disebutkan bahwa, dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan, meminta dengan sangat kepada penumpang pesawat udara untuk menonaktifkan perangkat Samsung Galaxy Note 7.

Bahkan, dalam surat edaran yang ditanda tangani Dirjen Pehubungan Udara Suprasetyo itu, disebutkan penumpang juga tidak diperbolehkan mengisi ulang baterai smartphone jenis tersebut baik dengan menggunakan power bank atau perangkat lainnya selama dalam penerbangan.  

Tak hanya itu, Kemenhub juga melarang penumpang atau personel pesawat menempatka baterai lithium, power bank dan smartphone Samsung Galaxy Note 7 dalam bagasi.

Adapun surat edaran itu diterbitkan pada Selasa (13/9) kemarin, dikutip dari Jawapos.com.

Sementara itu, beberapa maskapai penerbangan begitu cepat merespon masalah yang terjadi pada smartphone Samsung Galaxy Note 7. Garuda Indonesia misalnya, mereka telah mengeluarkan imbauan larangan penggunaan ponsel pintar terbaru keluaran pabrikan asal Korsel sejal Sabtu (10/9).

’’Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk tidak mengaktifkan, bahkan dalam airplane mode, rechargebaterai, maupun memasukkan ke bagasi penumpang,’’ katanya VP Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar di Cengkareng.

Aturan itu, kata Benny, berlaku mulai kemarin untuk seluruh penerbangan Garuda Indonesia.

Himbauan itu sudah disampaikan secara internal untuk disampaikan oleh petugas yang berhubungan langsung dengan penumpang demi keselamatan bersama. Imbauan tertulis juga sudah disampaikan di konter check-in di bandara-bandara yang diterbangi Garuda Indonesia. ’’Kebijakan ini terus dievaluasi sampai ada informasi resmi dari FAA,’’ tandasnya.

Lebih lanjut Benny menjelaskan, aturan serupa juga berlaku untuk seluruh penerbangan Citilink. Seperti diketahui, Citilink adalah anak perusahaan dari garuda Indonesia. Sama dengan di Garuda, aturan tersebut terus berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.


Penulis: (mas/jpg)
Editor:
Sumber: jawapos.com

TAGS:


comments