Kamis, 6 Mei 2021

Ini yang Bakal Terjadi di Merangin Jika Guru Honorer Tidak Diakomodir


Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:14:46 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / dok/jpnn

BANGKO - Peralihan tanggung jawab Sekolah Menengah Atas (SMA) dari kabupaten/kota ke provinsi ternyata menimbulkan keresahan bagi guru honorer di Kabupaten Merangin. Bahkan proses belajar mengajar di Kabupaten Merangin bisa terancam dengan pemindahan tanggung jawab tersebut.

Pasalnya dalam peralihan ini tidak ada kejelasan nasib guru honorer. Di sisi lain, di Merangin sangat banyak sekolah yang bergantung pada guru honorer dalam kelangsungan belar mengajar. Bahkan masih ada sekolah di Merangin hanya memiliki satu guru pegawai negeri sipil (PNS).

"Peralihan wewenang ini memang tidak disertakan guru kontrak daerah, yang diakamodir baru guru PNS. Sementara daerah cuma mengakamodir guru kontak hingga Desember 2016 nanti, setelahnya kita belum tau tergantung kebijakan provinsi," kata Mulyadi, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Merangin, Selasa (4/10).

Jika guru kontrak atau honor daerah tidak diakamodir, lanjut Mulyadi, bisa membuat aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah menengah jadi lumpuh. Terutama sekolah yang hanya memiliki satu hingga empat guru PNS.

"Ya banyak sekolah akan lumpuh, karena tidak ada lagi pengajarnya. Karena selama ini cukup banyak sekolah yang memang mengandalkan guru kontrak daerah untuk kelangsungan pendidikan," pungkasnya.


Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments